Image

Miris! Gara-Gara Jabatan Kepala Sekolah Bermasalah, Siswa Tak Jalani Kegiatan Belajar

Saldi Hermanto, Jurnalis · Jum'at 13 Oktober 2017, 15:59 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 10 13 65 1794812 miris-gara-gara-jabatan-kepala-sekolah-bermasalah-siswa-tak-jalani-kegiatan-belajar-M0xJM3SFWf.jpg Foto: Saldi Hermanto/Okezone

TIMIKA - Dunia pendidikan kembali tercoreng, proses belajar mengajar di sekolah menjadi taruhan atas kepentingan para pihak demi menduduki jabatan kepala sekolah di SMP Negeri 7 Mimika, Kabupaten Mimika, Papua.

Sejak 30 September 2017, kegiatan belajar mengajar di SMP Negeri 7 sudah tidak berjalan seperti hari biasanya. Siswa tidak mendapatkan pengajaran yang layak seperti biasanya, bahkan dipulangkan sebelum menerima pelajaran atau waktu belajar usai.

Puncaknya hari ini, Jumat (13/7/2017). Ratusan siswa bersama sejumlah guru dan orang tua murid menggelar aksi unjuk rasa di Tugu Perdamaian, Bundaran Lapangan Timika Indah, dalam kondisi hujan yang mengguyur. Harapan mereka, melalui aksi ini Bupati Mimika Eltinus Omaleng bisa mendengar dan segera mengambil tindakan untuk menyelesaikan permasalahan internal yang terjadi di sekolah itu.

Entah aksi ini inisiatif dari mana dan siapa yang menjadi motor penggerak, yang pasti aksi ini merupakan bentuk kekecewaan yang tidak bisa di bendung baik siswa, orang tua maupun sejumlah guru yang tidak terlibat dalam kepentingan itu.

Saat aksi berlangsung, Kepala Dinas Pendidikan Dasar dan Kebudayan (Dispendasbud) Mimika Jenni O. Usmany tiba di lokasi aksi. Jenni menyampaikan bahwa akan berupaya menyelesaikan masalah ini. Namun, pernyataan itu malah disambut dengan teriakan ratusan siswa, seakan-akan tidak percaya lagi dengan kinerja kepala dinas untuk menyelesaikan masalah yang ada. Pasalnya, dinas dianggap hanya sebatas menyampaikan, namun upaya di lapangan tidak berhasil diselesaikan hingga tuntas.

Memang, sebelumnya, Jenni pernah menyatakan bahwa dinas telah menunjuk Anton Karuh dengan menerbitkan nota tugas sebagai kepala sekolah di SMP Negeri 7, mengantikan Bastiana Karet yang saat itu sakit-sakitan. Namun, itu tidak meredam konflik di sekolah malah menuai protes di kalangan internal guru, ada yang mendukung dan ada yang tidak. Sebab, belakangan diketahui Anton Karuh juga menjabat sebagai kepala sekolah di SMP Negeri 6 Kampung Naena Muktipura - SP 7.

Adanya aksi ini, diharapkan bupati pertemukan para pihak dan segera melakukan pertemuan untuk menyelesaikan masalah ini. Seperti yang disampaikan Egidius Temorubun, salah satu guru yang memimpin aksi ini.

"Seharusnya para siswa sudah melakukan ujian kurikulum, namun semua terkendala. Di mana para guru sejak tanggal 30 September 2017 melakukan aksi mogok kerja sampai sekarang 13 Oktober 2017, yang berjumlah 25 guru dengan rincian 19 PNS serta 6 honorer dan hanya 4 guru yang aktif," kata Egidius membacakan poin tuntutan melalui orasinya.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini