VIDEO: Persahabatan Unik 2 Pria Gaza yang Kehilangan Kaki Akibat Serangan Israel

Wikanto Arungbudoyo, Okezone · Sabtu 14 Oktober 2017 17:06 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 14 18 1795413 video-persahabatan-unik-2-pria-gaza-yang-kehilangan-kaki-akibat-serangan-israel-CV1hqIzmGg.jpg Adly Obaid (depan) dan Mansour Gurn saling bekerja sama saat mengendarai sepeda motor (Foto: BBC)

GAZA – Selalu ada berkah di balik musibah. Ujar-ujar klasik itu sepertinya cocok untuk menggambarkan persahabatan unik antara dua orang pemuda di Jalur Gaza, Palestina. Keduanya masing-masing kehilangan sebelah kaki akibat serangan udara Israel dalam dua kesempatan berbeda.

Mansour Gurn kehilangan kaki sebelah kanan setelah serangan udara Israel pada Agustus 2011. Sementara itu, kaki kiri Adly Obaid diamputasi pada Maret 2012 usai terhantam serangan udara Israel. Mansour mengaku sempat tidak sadarkan diri setelah diterjang roket dari Israel.

“Saya pingsan dan bangun 10 hari kemudian. Saya mengalami luka parah. Saat terbangun di rumah sakit saya sempat bertanya ke mana kakiku. Seseorang kemudian menjawab, kakimu sudah lebih dulu ke Surga,” terang pria berusia 24 tahun itu, dilansir BBC, Sabtu (14/10/2017).

Salah satu kisah unik antara kedua sahabat itu adalah ketika hendak membeli sepatu. Tentu saja, sepatu biasanya dijual sepasang. Mansour membeli sebelah kiri sementara Adly mengambil sebelah kanan, sesuai kaki masing-masing yang tersisa.

Sumber: BBC News/Instagram

“Ketika kami bersama, kami merasa komplit. Ketika pergi membeli sepatu, kadang saya memilih, kadang dia yang memilih, tidak jarang juga kami tidak sepakat. Tetapi biasanya kami sepakat pada akhirnya. Kami patungan membayar harganya. Dia mengambil sebelah kiri, saya ambil sebelah kanan,” urai Adly Obaid.

Cerita seru lainnya terjadi ketika keduanya mengendarai sepeda motor. Mansour dan Adly saling bekerja sama dalam mengemudikan roda dua. Adly di depan dan Mansour dibonceng di belakang. Kaki Adly berguna untuk mengerem, sementara Mansour ditugaskan untuk mengganti persneling.

“Pada satu kesempatan kami mengalami kecelakaan. Seorang pria tua menabrak kami. Mansour jatuh ke satu arah dan saya ke arah lainnya. Pria itu keluar dan melihat kami berdua kehilangan sebelah kaki. Ia berteriak karena merasa menghilangkan kaki kami berdua. Kami malah bingung harus tertawa atau sedih,” canda Adly Obaid.

Mansour dan Adly memilih untuk tidak menyerah pada keadaan. Mereka mengaku keterbatasan fisik itu tidak akan membatasi pergerakan mereka. Malahan, kedua sahabat itu akan terus beraktivitas sebagaimana orang biasa.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini