nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Dosen Didorong Lahirkan Publikasi Internasional

Agregasi Antara, Jurnalis · Sabtu 14 Oktober 2017 14:48 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 10 14 65 1795390 jalankan-tri-dharma-perguruan-tinggi-dosen-didorong-lahirkan-publikasi-internasional-KK2n5midPN.jpg Foto: Istimewa

CIREBON - Perguruan tinggi dituntut menjalankan tri dharma perguruan tinggi yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Yang tak kalah penting dalam menjalankan tri dharma perguruan tinggi adalah pengembangan riset berstandar internasional.

Rektor Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati), Prof. Dr. H. Rochanda Wiradinata, MP, mengungkapkan, para dosen didorong untuk mempublikasikan risetnya di jurnal internasional.

"Dosen-dosen dipacu untuk mempublikasikan risetnya di jurnal internasional berstandar akademik, agar memiliki kontribusi keilmuan yang dikenal di level dunia," ungkap Prof. Rochanda, Sabtu (14/10/2017).

Meski demikian, lanjut Rochanda, pengabdian untuk kemanusiaan juga sangat penting. Oleh karenanya, ia mendorong calon dokter dan dokter

dari juga didorong terjun langsung di tengah masyarakat untuk pengabdian, di antaranya mendampingi masyarakat yang mengalami kelainan genetika dan difabel.

"Kami terus bekerja keras memperbaiki kualitas akademik. Alhamdulillah secara bertahap akreditasi selalu naik. Terbaru, Fakultas Kedokteran memperoleh akreditasi B dan akan terus didorong hingga mencapai A," ungkapnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Kedoteran Unswagati, dr. Catur Setiya Sulistiyana, M.MedEd, berharap para dokter dapat berkontribusi besar di masyarakat.

"Mereka dapat menjadi leader dalam transformasi kesehatan dan memberi solusi pada tantangan kemanusiaan. Kami mendorong riset-riset akademik berstandar internasional, di antaranya fokus pada riset kolektif tentang genetika. Kami juga merancang program pendampingan untuk komunitas difabel," jelas Catur.

Ke depan, lanjut Catur, pihaknya fokus pada peningkatan level calon dokter yang berstandar internasional, dan siap dengan profesinya.

"Kami mendorong lahirnya dokter-dokter yang mengabdi pada kemanusiaan, dokter profesional pada keahliannya serta memiliki tanggungjawab di tengah masyarakat," ujarnya.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini