Waduh! Tahun Depan Swiss Akan Adakan Referendum Terkait Penggunaan Cadar

Putri Ainur Islam, Jurnalis · Senin 16 Oktober 2017 01:11 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 10 15 18 1795946 waduh-tahun-depan-swiss-akan-adakan-referendum-terkait-penggunaan-cadar-CNNDgZTMVa.jpg Foto: Getty Images.

TICINO - Swiss akan segera menggelar referendum terkait penggunaan burqa atau cadar. Hal tersebut dibuat setelah sebuah kelompok menggelar kampanye tentang pakaian yang menurut mereka merusak martabat perempuan.

Masyarakat akan mendapat kesempatan untuk memiliki pendapatnya dalam sebuah referendum yang diperkirakan akan dilaksanakan pada 2018 di negara tersebut di mana penduduknya kurang dari 5% adalah penganut agama Islam.

Hal tersebut diajukan setelah sekelompok Muslim mengumpulkan 100.000 tanda tangan untuk pemungutan suara tersebut, memaksa pejabat untuk bereaksi berdasarkan peraturan di negara di mana pemilih menentukan agenda dalam sebuah sistem yang dikenal sebagai demokrasi langsung.

Jika isu tersebut terus berjalan, Swiss akan mengikuti negara-negara lain di Eropa termasuk Prancis dan Austria yang telah menindak cadar.

Langkah referendum tersebut juga diajukan oleh sebuah kelompok termasuk anggota parlemen dari Partai Rakyat Swiss nasionalis (SVP) yang juga berada di balik larangan membangun menara di Swiss.

BACA JUGA: Saking Tegasnya Larangan Cadar di Austria, Pengiklan Berkostum Topeng Juga Ditindak

Hal itu terjadi setelah wilayah Swiss yang berbahasa Italia di Ticino membawa sebuah larangan pada 2016 dan pelanggar dapat dikenai denda ribuan pound jika mencemooh peraturan tersebut.

"Kerudung adalah serangan terhadap integrasi dalam masyarakat bebas. Larangan penggunaan cadar yang bermotif agama di depan umum proporsional dan tidak melanggar kebebasan beragama maupun ekspresi. Itu bukan diskriminasi," ungkap seorang politisi, dilansir dari Independent, Senin (16/10/2017).

Sekadar diketahui, hanya sekira 350 ribu dari 8,3 juta penduduk di Swiss yang beragama Islam, namun isu seputar agama dan integrasi telah menjadi fokus utama dalam beberapa bulan terakhir.

BACA JUGA: Austria Terapkan Aturan Baru, Seorang Perempuan Dipaksa Polisi Lepas Cadar di Tempat Umum

Prancis dan Belgia sudah memberlakukan larangan mengenakan cadar, sementara Jerman dan Belanda mempertimbangkan undang-undang serupa. Kawasan Italia, Spanyol, dan Rusia juga mengatur pakaian yang bersifat religius.

Selain itu, Pemerintah Austria juga telah mengeluarkan undang-undang yang melarang seseorang menggunakan penutup wajah. Aturan tersebut berlaku bagi setiap orang di negara tersebut. Aturan ini tidak hanya melarang perempuan menggunakan cadar, tapi juga melarang semua jenis penutup wajah seperti topeng, masker medis, dan syal.

(pai)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini