Astaga! Korban Tewas Bom Truk Somalia Naik Drastis Jadi 300 Orang

Wikanto Arungbudoyo, Okezone · Senin 16 Oktober 2017 16:00 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 16 18 1796387 astaga-korban-tewas-bom-truk-somalia-naik-drastis-jadi-300-orang-O2M1krlbu9.JPG Warga berupaya mencari korban bom truk Somalia yang tertimbun di bawah puing-puing (Foto: Feisal Omar/Reuters)

MOGADISHU – Angka korban tewas akibat bom kembar di Ibu Kota Mogadishu, Somalia, menembus 300 orang. Serangan bom yang dilakukan dengan menggunakan truk itu terjadi pada Sabtu 14 Oktober di persimpangan jalan sibuk di Distrik Hodan.

BACA JUGA: Innalillahi... Korban Tewas Bom Truk Somalia Capai 189 Orang 

“Kami mengonfirmasi bahwa 300 orang meninggal dunia dalam ledakan tersebut. Jumlah korban tewas bisa saja bertambah mengingat sejumlah orang masih dinyatakan hilang,” ujar Direktur Ambulans Somalia, Abdikadir Abdirahman, melansir dari Reuters, Senin (16/10/2017).

Tim dokter sempat mengalami kesulitan untuk mengidentifikasi jenazah. Sebab, sebagian besar menderita luka bakar yang sangat parah. Alasan tersebut memaksa pemerintah langsung menguburkan 160 jenazah yang tidak bisa diidentifikasi pada Minggu 15 Oktober.

BACA JUGA: Waduh! Bom Truk Meledak di Somalia dan Tewaskan 20 Orang 

“160 jenazah tidak bisa dikenali sehingga langsung dikuburkan oleh pemerintah kemarin. Sisanya dimakamkan oleh kerabat mereka. Ratusan korban luka-luka lainnya dibawa ke sini,” ujar dokter di Rumah Sakit Madina, Aden Nur.

Presiden Somalia, Mohamed Abdullahi Farmajo, mengumumkan tiga hari berkabung nasional. Ia turut mendonorkan darah bersama ribuan orang lainnya di berbagai rumah sakit pada Minggu siang. Pria yang pernah bekerja di Amerika Serikat (AS) itu mengimbau agar warga mengikuti jejaknya.

BACA JUGA: Korban Tewas Bom Truk Terus Bertambah, Presiden Somalia Donorkan Darah Pada Korban Luka 

“Saya mengimbau agar seluruh warga Somalia menyumbangkan darah mereka. Rumah sakit saat ini dipenuhi oleh korban tewas dan luka-luka. Kami juga melihat ada korban yang badannya terbelah akibat bom. Ini sangat mengerikan, tidak seperti pengeboman di masa lalu,” tukas Mohamed.

Tingginya angka korban tewas membuat pengeboman tersebut dinyatakan sebagai salah satu serangan paling mematikan sejak pemberontakan terjadi di Somalia pada 2007. Kelompok militan al Shaabab diduga menjadi otak serangan bom yang terjadi di kawasan paling padat penduduk di Mogadishu tersebut.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini