nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Korut Kembali Tebar Ancaman, "Jangan Bergabung dengan AS, Kalau Ingin Selamat!"

Agregasi Sindonews.com, Jurnalis · Selasa 17 Oktober 2017 11:08 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 10 17 18 1796876 korut-kembali-tebar-ancaman-jangan-bergabung-dengan-as-kalau-ingin-selamat-IJWmopohpK.jpg Kim Jong-un saat melakukan inspeksi pasukannya. (Foto: Reuters)

NEW YORK - Korea Utara (Korut) memperingatkan negara-negara di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Ancaman itu berbunyi: "jangan bergabung dengan Amerika Serikat (AS) dalam tindakan militer melawan negara Asia jika Anda ingin selamat dari pembalasan".

Peringatan itu dimuat dalam salinan ucapan Wakil Deputi Duta Besar Korut untuk PBB, Kim In-ryong, dalam sebuah diskusi tentang senjata nuklir oleh panitia Majelis Umum PBB. Namun, Kim tidak membacanya dengan keras.

"Selama seseorang tidak ambil bagian dalam tindakan militer AS melawan DPRK (Korea Utara), kami tidak berniat menggunakan atau mengancam untuk menggunakan senjata nuklir melawan negara lain," bunyi pernyataan Kim seperti dilansir dari Reuters, Selasa (17/10/2017).

"Seluruh daratan AS berada dalam jangkauan tembak kami dan jika AS berani menyerang wilayah suci kami, bahkan satu inci pun tidak akan lolos dari hukuman berat kami di bagian dunia manapun," sambung pernyataan tersebut.

(Baca juga: Astaga! Para Ahli Sebut Bom Nuklir Korut Bisa Bunuh 90% Warga AS)

Ketegangan melonjak antara AS dan Korut menyusul serangkaian tes senjata oleh Pyongyang. Situasi semakin memanas akibat perang kata-kata yang semakin sengit antara Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korut Kim Jong-un.

Dewan Keamanan PBB dengan suara bulat telah meningkatkan sanksi terhadap Korut atas program rudal nuklir dan balistik sejak tahun 2006.

(Baca juga: Misteri 'Hilangnya' Pejabat Rudal dan Gempa di Area Tes Nuklir Korut)

Wakil Duta Besar Korut di PBB, Kim mengatakan kepada komite Majelis Umum PBB: "Jika kebijakan permusuhan dan ancaman nuklir AS benar-benar diberantas, kita tidak akan pernah menempatkan senjata nuklir dan roket balistik kita di meja perundingan dalam situasi apapun."

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini