nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Alhamdulillah! Presiden Filipina: Marawi Bebas dari Teroris

Emirald Julio, Jurnalis · Selasa 17 Oktober 2017 14:12 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 10 17 18 1797024 alhamdulillah-presiden-filipina-marawi-bebas-dari-teroris-uzrNQVl0OD.jpg Foto Presiden Filipina, Rodrigo Duterte (Foto: Reuters)

MARAWI – Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, akhirnya mengeluarkan pengumuman yang sudah ditunggu oleh rakyatnya secara berbulan-bulan. Ia mengklaim, Kota Marawi saat ini telah bebas dari pendudukan terorisme yang menyebabkan lebih dari 1.000 orang kehilangan nyawanya.

“Ibu-ibu dan bapak-bapak, dengan ini saya nyatakan Kota Marai terbebas dari pengaruh teroris yang menandai dimulainya (proses-red) rehabilitasi kota,” ujar Duterte pada pengumumannya itu, sebagaimana dikutip dari ABS CBN News, Selasa (17/10/2017).

BACA JUGA: Militer Filipina Klaim Pimpinan Militan Maute Terjebak di Marawi

Kabar gembira ini disampaikan hanya berselang sehari setelah dua pemimpin kelompok teroris yang memicu penyerangan ke Marawi, Isnilon Hapilon dan Omar Maute, tewas dalam baku tembak dengan militer Filipina.

GMA Network mewartakan, juru bicara Kepresidenan Filipina, Ernesto Abella, mendesak agar para anggota teroris yang masih bersembunyi di Kota Marawi untuk segera menyerahkan diri. Bahkan Pemerintah Filipina siap mengajak mereka untuk membantu membangun ulang Marawi.

BACA JUGA: Mantap! Militer Filipina Berhasil Rebut Markas Militan di Marawi

“Dengan para pemimpin teroris tewas, kami meminta semua pejuang untuk menghentikan perlawanan serta kekerasan lebih lanjut dan kembali ke jalan damai. Ini juga merupakan panggilan dari para pemimpin Muslim kita, imam kita, para pemimpin dari ARMM (Autonomous Region in Muslim Mindanao), MNLF (Moro National Liberation Front), MILF (Moro Islamic Liberation Front), dan juga pemimpin negara-negara Muslim serta ini merupakan permohonan keluarga, teman dan komunitas Anda,” tutur Abella.

Juru bicara Angkatan Bersenjata Filipina, Mayor Jenderal Restituto Padilla Jr, menyebut masih ada 20-30 anggota teroris yang bersembunyi di Marawi. Di antara puluhan orang itu, ada delapan warga negara asing.

BACA JUGA: Pemimpin Abu Sayyaf dan Militan Maute Dilaporkan Tewas, Militer Filipina Bungkam

Walau Marawi sudah bebas, Padilla mengklaim bahwa anggotanya masih terus memburu salah satu petinggi di kelompok Abu Sayyaf bernama Mahmud Ahmad atau Abu Handzalah yang berasal dari Malaysia. “Mahmud tetap salah satu target bernilai tinggi dalam operasi yang tengah dilakukan,” tegas Padilla.

Konflik yang terjadi di Marawi merupakan tantangan keamanan terberat yang menimpa kepemimpinan Duterte di Filipina dan memicunya menetapkan darurat militer di Mindanao.

(emj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini