nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cuitan Media Cetak Terkait Calon Kanselir Austria Picu Penyelidikan Terorisme, Kok Bisa?

Emirald Julio, Jurnalis · Selasa 17 Oktober 2017 18:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 10 17 18 1797146 cuitan-media-cetak-terkait-calon-kanselir-austria-picu-penyelidikan-terorisme-kok-bisa-3Ao5RJWItA.jpg Foto calon Kanselir Austria, Sebastian Kurz (Foto: Reuters)

WINA – Celotehan di media sosial jika tidak berhati-hati maka dapat memicu insiden, termasuk masalah pemberitaan. Hal ini tampaknya dapat tercermin dalam kasus yang menimpa media Jerman satu ini.

Sebagaimana dikutip dari Russia Today, Selasa (17/10/2017) media satir Titanic memicu kontroversi setelah mengeluarkan cuitan bernada ancaman terhadap calon Kanselir Austria, Sebastian Kurz. Cuitan itu muncul hanya berselang sehari setelah Partai Rakyat Austria (OVP) pimpinan Kurz memenangkan pemilu.

Pada cuitan itu, media Titanic mengunggah foto Kurz yang ditambahkan dengan gambar bidikan ke arah jantungnya. Selain itu terdapat tulisan, “endlich möglich: Baby-Hitler töten!” atau yang berarti ‘akhirnya mungkin: bunuh bayi Hitler’.

BACA JUGA: Perkenalkan si Ganteng Sebastian Kurz, Calon Pemimpin Negara Termuda di Dunia

Selain itu di bagian kirinya tertulis kalimat “Perjalanan waktu di Austria” dalam bahasa Jerman. Hal ini disinyalir mengarah kepada referensi melakukan perjalanan waktu era sewaktu Adolf Hitler belum menjadi pemimpin Partai Nazi dan memicu era Perang Dunia II.

Selain itu, terdapat tautan yang bila di-klik akan masuk ke laman menjadi pelanggan majalah Titanic. Cuitan itu pun langsung memicu reaksi negatif, bahkan perhatian otoritas keamanan.

Kepolisian Wina membalas cuitan itu dengan mengklaim sudah menghubungi otoritas yang kompeten dalam menangani hal tersebut. Der Standard mewartakan, foto itu telah dikirim ke unit satuan anti-terorisme dan saat ini penyelidikan tengah dilakukan.


Sayangnya hal tersebut membuat media satir itu melunak atau meminta maaf. Media Titanic merespons langkah polisi di Wina itu dengan menyebut otoritas keamanan itu sebagai “departemen Wina untuk perjalanan waktu”.

Kepala Editor Titanic, Tim Wolff, angkat bicara perihal penyelidikan tersebut. Kepada kantor berita Meedia, Wolf menyebut bahwa langkah ini diambil otoritas Austria karena negara itu masih belum melupakan masa lalunya terkait Nazi, berbeda dengan Jerman.

Nama Kurz menjadi sorotan berbagai media baru-baru ini usai partainya memenangkan pemilu Austria. Kemenangan itu pun membuatnya berada di jalur menjadi sosok pemimpin negara termuda di dunia.

(emj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini