nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gawat! Berkali-kali Dihajar Ledakan, Situs Nuklir Korut Alami Fenomena 'Sindrom Gunung Lemah'

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Rabu 18 Oktober 2017 23:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 10 18 18 1798099 gawat-berkali-kali-dihajar-ledakan-situs-nuklir-korut-alami-fenomena-sindrom-gunung-lemah-4FnUDOn39p.jpg Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong-un (Foto: Reuters)

PYONGYANG – Berkali-kali dijadikan lokasi uji coba nuklir, situs Punggye-ri milik Korea Utara (Korut) akhirnya mengalami apa yang disebut dengan ‘Sindrom Gunung Lelah’. Situs Punggye-ri tersebut amblas akibat dihajar oleh uji coba nuklir berkekuatan tinggi terus menerus.

Menurut kelompok pemantau Korut, 38 North, kondisi geologi tersebut terjadi ketika ledakan nuklir bawah tanah menyebabkan bebatuan di sekitarnya menjadi lemah dan berpori. Lima dari enam uji coba nuklir Korut diketahui dilakuakn di bawah Gunung Mantap di Punggye-ri.

Sejak uji coba terakhir pada 3 September lalu, sudah ada tiga kali gempa kecil di area tersebut. Yang pertama terjadi tidak lama setelah ledakan bom nuklir. Dua gempa susulan terjadi pada penghujung September dan pekan lalu.

38 North mengatakan, ada kekhawatiran terjadi fenomena tersebut di Gunung Mantap pada radius hingga 1,4 kilometer (km) dari titik ledakan nuklir. Namun, hasil tersebut bukan sesuatu yang tidak biasa dan kemungkinan area tersebut tidak akan berhenti digunakan sebagai lokasi uji coba nuklir.

“Tidak ada alasan valid untuk menyimpulkan bahwa situs uji coba nuklir Punggye-ri tidak dapat menahan uji coba nuklir bawah tanah tambahan,” bunyi laporan 38 North, mengutip dari Sky News, Rabu (18/10/2017). 38 North beralasan, Punggye-ri masih memiliki dua komplek terowongan yang belum digunakan.

Korut memang tidak akan berhenti melakukan uji coba nuklir dan rudal balistik hingga tujuan utama tercapai, yakni mampu berdiri pada posisi seimbang dengan kekuatan nuklir Amerika Serikat (AS). Namun, rudal balistik berhulu ledak nuklir bukan satu-satunya yang ingin dicapai Korut.

Pyongyang juga ingin lebih banyak menaruh satelit mereka di orbit bumi. Keinginan tersebut sesuai dengan arahan Pemimpin Tertinggi Kim Jong-un yang memiliki cita-cita mengorbitkan satelit dalam lima tahun ke depan, tepatnya 2016-2020.

Wakil Duta Besar Korut untuk PBB, Kim In-ryong mengatakan, rencana jangka lima tahun itu termasuk pengembangan satelit praktis yang dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi serta peningkatan taraf hidup masyarakat Korea Utara.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini