nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Diduga Tangkap Ikan Pakai Potasium, Polisi Tangkap Enam Nelayan Bandel di NTT

Agregasi Antara, Jurnalis · Kamis 19 Oktober 2017 07:55 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 10 18 340 1797987 diduga-tangkap-ikan-pakai-potasium-polisi-tangkap-enam-nelayan-bandel-di-ntt-WbiQVaKc4q.jpg

KUPANG - Direktorat Kepolisian Perairan Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) mengamankan enam nelayan di Kota Kupang yang diduga menangkap ikan dengan menggunakan zat kimia terlarang, potasium yang berpotensi merusak biota laut.

"Enam pelaku yang kami tangkap itu setelah kami periksa mereka bukan nelayan dari NTT tetapi justru dari Jawa Timur dan Sulawesi Selatan," kata Direktur Polair Polda NTT Kombes Pol Budi Santoso kepada wartawan di Kupang.

Enam nelayan yang ditangkap tersebut adalah Adb Hafit dari Jawa Timur, Juhri dari Jawatimur, Jamaludin dan Faisal dari Sulawesi Selatan, serta Aiman dan Hasybi Ali dari Jawa Timur.

Budi menjelaskan para pelaku ditangkap di rumah kontrakan mereka yang berdekatan dengan tempat pendaratan ikan Tenau Kota Kupang.

Ia menjelaskan, dari kronologis peristiwa yang telah dirangkum diketahui bahwa pada awalnya pihaknya bekerja sama dengan Ditresnarkoba untuk menangkap tersangka pengguna narkotika jenis tembakau gorilla.

"Namun saat dilakukan penangkapan terhadap pengguna narkotika, ditemukan juga kurang lebih 24 kilogram potasium yang akan digunakan untuk menangkap ikan di perairan NTT," ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan diketahui puluhan potasium itu dibeli dan didatangkan dari Makasar, Sulawesi Selatan oleh tersangka Aiman dan Jamaludin.

Lebih lanjut ia mengatakan usai menangkap enam nelayan itu, dan mendapatkan puluhan kilogram potasium pihaknya juga sudah melakukan uji lab forensik di Denpasar dan mengambil keterangan soal potasium itu di dinas Kelautan dan Perikanan NTT.

"Hal ini jika dibiarkan akan merusak tatanan hidup ikan dan biota bawah laut di NTT," tambahnya.

Dalam kasus ini enam nelayan tersebut diduga melanggar pasal 84 ayat (1) Jo pasal 8 ayat (1) UU No. 45 tahun 2009 tentang perubahan atas undang-undang nomor 31 tahun 2004 tentang perikanan jo pasal 53 ayat (1) KUHP jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Budipun menambahkan hingga saat ini pihaknya akan terus mengembangkan kasus tersebut karena diduga ada pemasok besar yang berada di Makasar untuk wilayah Kota Kupang juga sudah menyebar.

Masyarakat juga diminta untuk bekerja sama jika menemukan hal-hal yang berkaitan dengan penangkapan ikan dengan cara yang tidak benar dan merusak biota laut.

(ydp)

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini