nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tegas! Curi Ikan di Perairan Indonesia, Nelayan Thailand Dituntut Denda Rp200 Juta

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis · Rabu 18 Oktober 2017 23:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 10 18 340 1798054 tegas-curi-ikan-di-perairan-indonesia-nelayan-thailand-dituntut-denda-rp200-juta-jmHotvdyrQ.jpg Sidang WN Thailand. (Wahyudi AS/Okezone)

MEDAN - Seorang nelayan asal Thailand bernama Phet Endu, dituntut dengan pidana denda senilai Rp200 juta subsidair 6 bulan kurungan penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Belawan.

Tuntutan terhadap Phet Endu dibacakan oleh Jaksa Ruji Wibowo, dihadapan majelis hakim yang diketuai Morgan Simanjuntak di ruang sidang utama Pengadilan Negeri Medan, Rabu (18/10/2017)

Endu dituntut hukuman penjara karena dinilai bersalah melakukan pencurian sebanyak 831 kilogram ikan secara ilegal di perairan Indonesia. Perbuatannya itu melanggar Pasal 92 Jo Pasal 26 Ayat (1) Jo Pasal 102 UU No. 31 Tahun 2004 tentang Perikanan.

"Terdakwa dengan sengaja di wilayah pengelolaan perikanan Republik Indonesia melakukan usaha perikanan dibidang penangkapan, pembudidayaan, pengangkutan, pengolahan, dan pemasaran ikan, yang tidak memiliki ijin," ujar Jaksa Rudi.

Selain menghukum terdakwa, Jaksa juga meminta agar majelis hakim memutuskan agar Kapal Motor bernomor KHF 1980 yang dinakhodai Endu, dirampas negara untuk kemudian dimusnahkan.

Menyikapi tuntutan ini, terdakwa yang didampingi oleh seorang penerjamah mengatakan akan mengajukan pembelaan. Selanjutnya sidang ditunda hingga sepekan mendatang.

Usai sidang, JPU Rudi mengatakan Phet Endu ditangkap oleh petugas dari Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan pada 15 Agustus 2017 lalu.

Saat itu petugas tengah melakukan patroli rutin diperairan Selat Malaka dengan menggunakan KP. HIU 12. Kemudian petugas mendeteksi kapal penangkap ikan pada koordinat 040 39’, 850’N-0990 08,576’E lalu sekitar jam 15.25 WIB.

Petugas melihat kapal tersebut melakukan penangkapan ikan pada posisi 040 38,953’N-0990 11,503’E, kemudian KP. HIU 12 mendekati kapal tersebut lalu karena mengetahui kapal KP. 12 mendekat kapal tersebut berusaha melarikan diri dengan cara memotong jaring, selanjutnya pada jam 16.35 WIB saksi-saksi yang berada KP. HIU 12 berhasil menangkap Kapal tersebut lalu dilakukanlah pemeriksaan dan ditemukan kapal tersebut bernama KM. KHF 1980 berdasarkan Lesen Veselnya ukuran kapal tersebut adalah 63,74 GT (enam puluh tiga koma tujuh puluh empat Gross Tonage).

"Kapal itu berbendera Malaysia, sementara terdakwa selaku nakhoda kapal merupakan warga Thailand. Serta ada beberapa orang anak buah kapal yang dalam persidangan menjadi saksi. Selanjutnya saat dilakukan pemeriksaan terhadap dokumen Terdakwa selaku Nakhoda KM. KHF 1980 tidak memiliki Surat Izin Usaha Perikanan (SIUP) untuk melakukan penangkapan ikan," pungkasnya. (sym)

(ulu)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini