nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Keren! Mahasiswa Surabaya Ciptakan Game untuk Penderita Disleksia

Susi Fatimah, Jurnalis · Kamis 19 Oktober 2017 11:15 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 10 18 65 1797763 keren-mahasiswa-surabaya-ciptakan-game-untuk-penderita-disleksia-oxsW40Sdnu.jpg Foto: Dok Untag

JAKARTA - Melihat penderita disleksia yang kesulitan dalam membaca, menulis atau mengeja, mendorong mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945, Dimas Bagus GP menciptakan aplikasi permainan (game) untuk penderita disleksia.

Disleksia pada umumnya terjadi pada anak-anak, dan penderitanya dapat diketahui dari ketidakmampuannya dalam menyusun atau membaca kalimat dengan terbolak-balik.

Mahasiswa Teknik Informatika itu mengatakan, game tersebut dapat membantu anak penderita disleksia agar dapat membaca sebuah kalimat dengan benar.

“Game ini berfungsi untuk membantu terapi anak disleksia biar dapat membaca sebuah kata.” tutur Dimas seperti dilansir dari laman Untag, Kamis (19/10/2017).

Dimas mengaku, sebelumnya aplikasi permainan tersebut sudah ada. Namun yang membedakan adalah rentang umur yang ditargetkan dan level permainannya. Untuk aplikasi ini, Dimas menargetkan anak diseleksia dengan rentang umur 7 sampai 12 tahun, dengan bentuk permainan menemukan sebuah suku kata.

“Kebanyakan sudah ada untuk umur awal 5 sampai 6 tahun game-nya seperti memindah gambar balok, tapi ini menemukan sebuah suku kata dan ditujukan untuk anak umur 7 hingga 12 tahun,” ujarnya.

Tidak hanya berhenti hanya pada proses menciptakan saja, namun aplikasi permainan buatan Dimas tersebut juga sudah melalui proses uji coba untuk terapi pada 10 anak.

Pada tahap awal, Dimas mengatakan dilakukan pre test seperti: diharuskan membaca satu paragraf penuh, kemudian dilakukan penilaian atau scoring berapa banyak kata yang salah saat dibaca, setelah itu kesepuluh anak tersebut diminta bermain Dyslexia Game, lalu di test lagi dengan membaca paragraf yang sama dan dinilai lagi, hasilnya dari yang semula kesalahannya 5 kata setelah bermain game kesalahannya menurun menjadi 3 kata.

Selama pembuatan aplikasi tersebut, Dimas banyak berkonsultasi dengan psikolog Dr. IGAA Noviekayati, M.Si., dan dosen pembimbingnya M. Firdaus S.Kom., M.Kom.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini