Makin Serius, Jokowi Kembali Dorong Ekonomi Digital Masuk Kurikulum Perguruan Tinggi

Yudhistira Dwi Putra, Jurnalis · Jum'at 20 Oktober 2017 07:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 10 19 337 1798707 makin-serius-jokowi-kembali-dorong-ekonomi-digital-masuk-kurikulum-perguruan-tinggi-02o4T4ysiv.jpg Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Foto: Ilustrasi/Okezone)

JAKARTA - Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) kembali melemparkan wacana yang mendorong perguruan tinggi tanah air untuk mengadaptasi ekonomi digital dalam kurikulum perkuliahannya. Hal itu, disampaikan Jokowi kala dirinya berorasi di Dies Natalis ke-60 Universitas Diponegoro (UNDIP), Semarang, Jawa Tengah.

Jokowi mengatakan, hal tersebut penting dilakukan untuk membangun ekosistem ekonomi digital dalam negeri agar bisa bersaing dalam kancah global. Menurutnya, zaman telah berkembang begitu pesat.

Negara-negara lain di dunia bahkan dikatakan Jokowi telah mulai membangun ekosistem ekonomi digital mereka masing-masing sejak lama.

"Universitas harus berubah. Fakultas misalnya, ekonomi ada. Jurusannya biasanya ekonomi, akuntansi, manajemen. Kenapa tidak mempersiapkan Fakultas Ekonomi Digital? Jurusannya bisa saja toko online, bintek kinerja teknologi, atau bisa saja jurusan meme," ungkap Jokowi.

"Sekarang, semua serba online. Mau bayar saja, sekarang kartu kredit mulai ditinggalkan. Bahkan kalau lapar tinggal pesan go food saja, 30 menit langsung sampai," tambahnya.

Seruan Jokowi itu seakan menegaskan keseriusan sang presiden untuk membangun ekosistem ekonomi bangsa berlandaskan ekonomi digital. Memprediksi kondisi perekonomian masa depan, Jokowi meyakini sektor ekonomi digital menjadi salah satu sektor paling menjanjikan.

Sebelumnya, di Dies Natalis Universitas Padjadjaran (UNPAD), Jokowi menyerukan hal senada. Di hadapan pimpinan akademis, pengajar dan mahasiswa, Jokowi meminta agar UNPAD membuka mata kuliah Meme dan Media Sosial.

Dengan alasan yang sama. Jokowi melihat sektor digital sebagai ladang baru yang wajib dieksplorasi. Dan perguruan tinggi, lagi-lagi bertanggungjawab sebagai institusi pencetak sumber daya manusia yang akan mengambil alih sektor digital itu.

"Saya minta Unpad buka Fakultas Medsos Jurusan Meme. Itu yang akan kita hadapi, bukan yang lain. Yang men-drive adalah generasi Y. Mereka yang akan memengaruhi interaksi sosial kita," tutur Jokowi dalam orasinya.

Secara kondisi sosial masyarakat, Indonesia memiliki peluang besar untuk menguasai sektor ini, mengingat Indonesia adalah salah satu negara dengan pengguna internet dan media sosial terbesar di dunia.

"Seluruh Tanah Air sudah bisa dijangkau internet. Tinggal kita kelola dengan baik agar tidak berdampak negatif," jelas Jokowi.

(ydp)

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini