nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bom Meledak, Wali Kota Balikpapan Disandera!

Amir Sarifudin , Jurnalis · Kamis 19 Oktober 2017 14:43 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 10 19 340 1798522 bom-meledak-wali-kota-balikpapan-disandera-ybBNMeCFEk.jpg Foto: Ist

BALIKPAPAN - Suasana mencekam terjadi di balai kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis (19/10/2017). Sekelompok orang tak dikenal dengan membawa senjata api laras panjang memasuki gedung dan beberapa kali meletuskan senapan ke udara.

Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi langsung disandera dalam ruangannya. Sedangkan pegawai lain bersembunyi di lokasi yang dianggap aman. Sesekali terdengar suara tembakan dari lantai 3 ruangan wali kota dan juga tembakan yang mengarah ke lapangan upacara.

Pegawai yang selamat langsung mencari bantuan hingga akhirnya pasukan khusus TNI tiba dan melakukan penyerangan terhadap kelompol teroris bersenjata. Itulah skenario yang dilakukan Detasemen Penanggulangan Teror atau Den Gultor dari 600 Raider Modang Kodam VI Mulawarman.

"Telah terjadi eskalasi di regional kita (Kaltim dan Kaltara) setelah ISIS di Marawi, Filipina terpukul mundur. Sehingga perlu diantisipasi, terutama para pelarian ISIS," kata Kolonel Infanteri Ketut Gede Wetan, Pjs Kapendam VI Mulawarman menceritakan skenario simulasi.

Operasi juga melintasi matra darat, laut dan udara. "Penindakan dilakukan berupa raid atau penyerbuan ke objek yang dikuasai teroris ISIS dan membebaskan tawanan yang disandera," lanjutnya.

Simulasi ini dilakukan karena wilayah perbatasan Indonesia dianggap paling rawan penyusupan pelaku teror. Terlebih letak geografis Indonesia cukup berdekatan dengan Filipina Selatan.

"TNI melatih kesiapsiagaan kesatuan dan uji protap dalam menangani aksi terorisme seperti penyanderaan. Kita libatkan seluruh satuan TNI di Kodam VI Mulawarman dan Yonif Raider 600 Modang sebagai satuan penyerang," jelasnya.

Simulasi Mengejutkan Warga, Dikira Kerusuhan Sopir Angkot

 

Simulasi ini mengejutkan warga karena ruas jalan Jenderal Sudirman sempat ditutup sementara untuk pergerakan pasukan. Ditambah lagi rentetan tembakan dan suara ledakan beberapa kali terdengar cukup keras.

"Kaget, saya kira ada kerusuhan sopir angkot, terus pakai tembak-tembakan segala, sekalinya simulasi tentara," kata Fauzan, warga yang tinggal di sekitar balai kota Balikpapan.

Maklum saja, beberapa hari ini kondusivitas kota Balikpapan sedikit terusik dengan kekisruhan antara sopir angkutan konvensional dengan transportasi online. "Alhamdulillah, itu bukan kerusuhan," tukasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini