Mantap! BNN Bakar 500 Kg Ganja, 191 Kg Sabu dan 43 Ribu Pil Ekstasi di Medan

Wahyudi Aulia Siregar, Okezone · Kamis 19 Oktober 2017 20:00 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 19 340 1798749 mantap-bnn-bakar-500-kg-ganja-191-kg-sabu-dan-43-ribu-pil-ekstasi-di-medan-jQl4KTOx6W.jpg Pemusnahan barang bukti. (Wahyudi AS/Okezone)

MEDAN – Badan Narkotika Nasional (BNN) memusnahkan barang bukti narkoba yang berhasil mereka ungkap dari wilayah Sumatera Utara dan Aceh.

Pemusnahan dilakukan dengan cara dibakar dengan menggunakan mesin incinerator milik BNN Provinsi Sumatera Utara di areal Lapangan Merdeka Medan, Kamis (19/10/2017).

Dalam agenda tersebut, turut hadir Kepala BNN, Komjen Budi Waseso, Gubernur Sumatera Utara, Tengku Erry Nuradi Kepala BNNP Sumut, Andi Loedianto, serta sejumlah Wali Kota dan Bupati di wilayah Sumatera Utara.

“Hari ini kita lakukan pemusnahan hasil operasi gabungan kita. Yang terpampang di sini saat ini lebih kurang 191 kilogram sabu. Ini produksi dari Cina. Lalu ada 500 kilogram ganja yang disita dari Aceh, yang diantaranya ada 20 kilogram yang diamankan rekan kita dari TNI. Ini satu wujud bukti, bahwa kita semua peduli terhadap permasalahan narkotika, karena ini menyangkut ancaman generasi bangsa," ujar Komjen Budi Waseso.

Pria yang akrab disapa Buwas itu juga mengatakan, dalam pemusnahan itu mereka juga memusnahkan sebanyak 43.450 butir pil ekstasi. asal Belanda.

“Untuk ganja, saat ini produksi terbesar di Aceh, tapi peredarannya sudah sampai ke Sumut, Jakarta, Bogor, Sulawesi bahkan Papua. Ini menjadi atensi tersendiri buat kita. Kalau ekstasi ini, diproduksi di Amsterdam, Belanda. Ini persis seperti 1,2 juta butir pil ekstasi yang kita temukan beberapa waktu lalu,” sambungnya.

Menurut Buwas penyalahgunaan narkotika semakin luas sehingga diperlukan peran dari pemerintah daerah dalam memberantasnya. Terutama peredaran narkotika di tempat hiburan malam.

"Hampir setiap tempat hiburan malam itu pasti ada peredaran narkotika. Makanya ini kembali komitmen dari pemerintah daerah danaparatur negara yang ada di daerah termasuk masyarakat. Kalau ini tidak dilakukan maka ini akan berkembang bebas. Penyalahgunaan semakin besar," tandasnya. (sym)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini