nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ngaku Butuh Biaya Kerja ke Kalimantan, Ibu di Kediri Tega Jual Bayinya

Agregasi Sindonews.com, Jurnalis · Kamis 19 Oktober 2017 10:48 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 10 19 519 1798341 ngaku-butuh-biaya-kerja-ke-kalimantan-ibu-di-kediri-tega-jual-bayinya-U3BAlNKJAi.jpg Ilustrasi.

KEDIRI - Intan Ratna Sari (20), warga Desa Wonoasri, Kecamatan Grogol, Kediri, Jawa Timur digelandang petugas di Mapolresta Kediri. Intan terpaksa diamankan oleh petugas karena nekat menjual anak kandungnya sendiri yang baru lahir.

Kejadian itu bermula saat pelaku bergabung dalam grup adopsi bayi sehat di Facebook pada bulan Agustus lalu.

Kemudian pelaku dihubungi oleh salah satu anggota grup yang bernama Nofita Sari, warga Desa Dadapan, Sumberjo Kecamatan Ngasem, Kediri sebagai perantara kepada pengadopsi Sunarsih. Hubungan tersebut berujung pada transaksi penjualan anak kandung pelaku.

Sebelum si bayi lahir, pelaku bersama perantara menyetujui nominal harga penjualan bayi sebesar Rp5 juta dengan ketentuan perantara membayar uang muka sebesar Rp1 juta dan Rp 4 juta setelah anak diambil oleh pengadopsi pada 29 september 2017.

Di hadapan petugas, pelaku mengaku nekat menjual anak kandungnya yang baru lahir itu tanpa sepengetahuan suami yang tengah bekerja di Jakarta. Hal ini dilakukannya karena butuh biaya untuk modal bekerja di Kalimantan.

(Baca juga: Astaga! Bayi Baru Lahir Dijual Seharga Rp7-15 Juta)

Saat ini bayi yang telah diberi nama Rafi Dwi Rajendra tersebut sudah dalam asuhan neneknya di Desa Wonoasri, Kecamatan Grogol Kediri.

Sementara itu Abdul Bahar, suami Intan mengatakan istrinya sempat mengatakan akan mengadopsikan anaknya jika sudah lahir karena merasa tidak dapat menghidupi anaknya tersebut, apalagi anak pertamanya juga masih berusia 2 setengah tahun. "Saya tidak menyetujui usul istri saya tersebut," kata Abdul.

Kasat Reskrim Polres Kediri Kota AKP Ridwan Sahara mengatakan, selain mengamankan Intan Ratna sebagai pelaku utama, pihaknya juga mengamankan Nofita Sari sebagai perantara. "Perantara ini mendapatkan uang tebusan dari pengadopsi sebesar Rp11 juta lebih, namun diberikan kepada ibu kandung hanya Rp5 juta," ujar Ridwan.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini