nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Keras Kepala, Korea Utara Keukeuh Teruskan Uji Coba Nuklir

ant, Jurnalis · Sabtu 21 Oktober 2017 09:39 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 10 21 18 1799751 keras-kepala-korea-utara-keukeuh-teruskan-uji-coba-nuklir-QpqiU014Ct.jpg Dalam foto yang tidak bertanggal ini, Pemimpin Korut, Kim Jong-un menyaksikan uji coba rudal nuklir Hwasong-12. (Foto: KCNA/Reuters)

MOSKOW - Seorang diplomat Korea Utara mengatakan, Pyongyang berniat melanjutkan uji coba nuklir dalam kepentingan untuk mempertahankan diri. Korea Utara juga menuding Presiden Amerika Serikat Donald Trump sedang bermain "sepak bola nuklir", kata kantor berita RIA dalam laporannya.

Diplomat, yang disebutkan RIA sebagai Nam Hyok-Tsen, staf Departemen Kajian AS pada Kementerian Luar Negeri Korea Utara, dikutip saat berbicara pada suatu konferensi nonproliferasi di Moskow.

"Republik Rakyat Demokratik Korea secara tetap yakin bahwa pengembangan senjata nuklir merupakan pilihan tepat. Dan kami sedang memperkuat niat kami untuk melakukan uji coba agar dapat menghadapi ancaman nuklir dari AS," katanya.

BACA JUGA: Putin: Serangan Militer Terhadap Korut Belum Tentu Sukses

BACA JUGA: Marah Besar! Korut Ancam Kirim 'Awan Nuklir' ke Langit Jepang

RIA juga mengutip diplomat tersebut ketika ia berbicara pada acara yang sama bahwa Trump memiliki "ribuan" senjata nuklir yang bisa ia kerahkan kapan saja dan bahwa AS sedang memainkan "sepak bola nuklir."

Korea Utara kerap melakukan uji coba nuklir, bahkan meluncurkan rudal yang mampu membawa hulu ledak nuklir. Aksi Korea Utara ini mendapat kecaman dunia, namun Kim Jong -un bergeming.

BACA JUGA: Kompak! Dunia Internasional Kecam Uji Coba Nuklir Keenam Korut

BACA JUGA: Waduh! Lokasi Uji Coba Nuklir Korut Rusak Parah Akibat Gempa

Minggu 3 September, Korea Utara meluncurkan uji coba nuklir yang menimbulkan gempa dengan kekuatan mencapai 6,2 magnitudo di sekitar lokasi uji coba Punggye-ri. Laporan awal dari otoritas Korsel menyebutkan bom hidrogen yang diledakkan memiliki kekuatan sekira 100 kiloton atau lima kali kekuatan ledakan bom atom yang dijatuhkan Amerika Serikat di Nagasaki pada 1945. Tindakan Korea Utara ini dikecam banyak negara seperti Amerika Serikat, Korea Selatan, China dan Rusia.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini