nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Akan Adakan Pertemuan, AS Bakal Desak China untuk "Melobi" Korut

Putri Ainur Islam, Jurnalis · Sabtu 21 Oktober 2017 18:12 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 10 21 18 1799898 akan-adakan-pertemuan-as-bakal-desak-china-untuk-melobi-korut-8EeLxQaDME.jpg Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping. (Foto: Express)

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump diperkirakan akan mendesak Presiden China Xi Jinping untuk lebih mengendalikan Korea Utara (Korut) ketika mereka bertemu pada November di Beijing. Hal tersebut dilakukan karena keyakinan bahwa konsolidasi kekuasaan Xi Jinping memberinya wewenang lebih.

Trump berangkat ke Beijing pada 3 November dalam sebuah perjalanan yang akan membawanya ke Jepang, Korea Selatan (Korsel), China, Vietnam, dan Filipina. Perjalanan tersebut akan menjadi tur pertamanya di Asia sejak menjabat sebagai Presiden AS. Pertemuan tersebut juga dilakukan untuk mencegah kebuntuan menangani Korut yang tak terkendali.

Menurut laporan Japan Times, Sabtu (21/10/2017), Trump juga ingin membuat kerjasama yang serius dengan China untuk meyakinkan negara tertutup tersebut agar mengubah pikirannya atau mendesak China melepas segala bentuk kerjasamanya dengan Korut sehingga nantinya Korut tidak memiliki pilihan selain melakukan denuklirisasi.

Selain itu, Presiden Donald Trump juga telah memberikan banyak pujian pada Xi Jinping dalam beberapa pekan terakhir dengan harapan mendapatkan kerjasama dengan China.

Pada kongres Partai Komunis, Presiden Xi Jinping diperkirakan akan mengonsolidasikan kekuasaannya dan berpotensi mempertahankan kekuasaannya setelah 2022, ketika kongres berikutnya berlangsung. Trump percaya bahwa Xi seharusnya lebih memiliki pengaruh untuk menangani masalah Korut.

BACA JUGA: Astaga! Direktur CIA Perkirakan Beberapa Bulan Lagi Persiapan Nuklir Korut untuk Serang AS Rampung

Sekadar diketahui, Korut diperkirakan hanya memiliki beberapa bulan untuk menyempurnakan kemampuan perangnya untuk menyerang AS dengan senjata nuklir. Hal tersebut disampaikan oleh seorang pejabat intelijen AS, Mike Pompeo.

Peringatan dari Mike Pompeo, direktur Central Intelligence Agency (CIA), muncul saat Korut mengancam akan menyerang benua AS dengan rudal jarak jauh bertenaga nuklir yang selama ini negara tertutup tersebut banggakan.

BACA JUGA: Demi Stabilitas Regional, China Berkomitmen Jaga Hubungan Baik dengan Korut

Pompeo mengakui bahwa perkiraannya mungkin saja tidak sesuai karena keterbatasan kemampuan intelijen untuk mengawasi negara tertutup seperti Korut.

"Tapi saat Anda sekarang berbicara berbulan-bulan, kemampuan kita untuk memahami pada tingkat yang terperinci hal tertentu tidak relevan," tambahnya.

"Apakah itu terjadi pada Selasa atau satu bulan dari Selasa, kita berada dalam situasi di mana presiden menyimpulkan bahwa kita memerlukan usaha global untuk memastikan bahwa Kim Jong-un tidak memiliki kemampuan itu," tukasnya.

(pai)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini