nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mantan Presiden AS Nyatakan Siap Terbang Ke Korut dan Bertemu dengan Kim Jong-un

Rahman Asmardika, Jurnalis · Minggu 22 Oktober 2017 13:32 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 10 22 18 1800160 mantan-presiden-as-nyatakan-siap-terbang-ke-korut-dan-bertemu-dengan-kim-jong-un-UISBKSG2zl.jpg Mantan Presiden AS, Jimmy Carter. (Foto: Reuters)

NEW YORK – Mantan Presiden Amerika Serkat (AS) Jimmy Carter mengatakan bahwa dirinya bersedia untuk datang ke Korea Utara (Korut) mewakili Washington untuk meredakan ketegangan. Carter mengatakan, kesediaannya itu telah disampaikan kepada Pemerintahan Presiden Donald Trump, namun belum mendapat jawaban yang positif.

BACA JUGA: Menlu AS: Diplomasi dengan Korut Akan Terus Berjalan Sampai Bom Pertama Dijatuhkan

“Ya, saya akan pergi,” kata Carter dalam wawancara dengan New York Times di rumahnya di Plains, Georgia. Carter yang menjabat dari 1977 sampai 1981 mengatakan bahwa dia telah berbicara temannya yang menjabat sebagai Penasihat Keamanan Nasional untuk kabinet Presiden Trump, Letnan Jenderal H.R. McMaster mengenai hal ini, tetapi sejauh ini hanya mendapatkan penolakan.

"Saya mengatakan kepadanya bahwa saya tersedia jika mereka membutuhkan saya," ujarnya sebagaimana dikutip Reuters, Minggu (22/10/2017).

Carter mengakui bahwa situasi yang terjadi dengan Korut saat ini membuatnya khawatir dan takut. Menurutnya, Pemerintah AS terlalu membesar-besarkan pengaruh China pada Pyongyang untuk menghentikan ambisi nuklir rezim Kim Jong-un.

"Mereka ingin menyelamatkan rezim mereka. Dan kita sangat melebih-lebihkan pengaruh China terhadap Korea Utara. Terutama kepada Kim, " kata Carter.

Menurut Carter, sejak berkuasa sampai saat ini, Kim Jong-un tidak pernah mengunjungi China dan memiliki hubungan yang dekat dengan Beijing. Hal ini berbeda dengan pendahulunya, Kim Il-sung dan Kim Jong-il.

Dia juga meminta agar Washington tak meremehkan Kim Jong-un karena pemimpin muda Korut itu bisa mengambil tindakan pre-emptive jika terus diprovokasi.

BACA JUGA: Menhan AS Minta Tentara Siap Jika Trump Ambil Opsi Militer ke Korut

"Saya pikir dia sekarang memiliki senjata nuklir canggih yang bisa menghancurkan Semenanjung Korea, Jepang dan beberapa wilayah terpencil kami di Pasifik, bahkan mungkin daratan kami," tambahnya.

Carter tidak terlalu asing dengan Korut dan rezim pemerintahannya. Pada pertengahan 1990-an dia pernah terbang ke Pyongyang dan membuat kesepakatan dengan Pemimpin Korut saat itu, Kim Il-sung, meski ada keberatan dari Presiden AS, Bill Clinton.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini