nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemerintah Tak Kunjung Tangani Kebakaran dengan Baik, Ribuan Warga Portugal Gelar Unjuk Rasa

Putri Ainur Islam, Jurnalis · Minggu 22 Oktober 2017 16:18 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 10 22 18 1800204 pemerintah-tak-kunjung-tangani-kebakaran-dengan-baik-ribuan-warga-portugal-gelar-unjuk-rasa-Ow37UYVgmp.jpg Kebakaran di Portugal. (Foto: Reuters)

LISBON - Ribuan orang Portugal pada Sabtu 21 Oktober menggelar aksi unjuk rasa untuk menuntut pemerintah yang tak kunjung menangani kebakaran di Portugal dengan baik. Kebakaran hutan parah di Portugal telah menewaskan 108 orang sejak Juni. Pemerintah Portugal sebelumnya berjanji untuk mengucurkan dana lebih dari 400 juta euro atau sekira Rp1 triliun untuk bantuan.

Keputusan tersebut diumumkan dalam sebuah pertemuan kabinet khusus yang diselenggarakan pada hari yang sama ketika menteri dalam negeri yang baru mengambil alih setelah pendahulunya mengundurkan diri.

Sebelumnya ribuan pengunjuk rasa berkumpul di alun-alun utama Comercio Lisbon, di Porto, dan kota-kota lain untuk berduka atas korban tragedi terburuk di Portugal dan menuntut kebijakan pencegahan kebakaran yang lebih baik di negara tersebut.

BACA JUGA: Waduh! Mendagri Portugal Mengundurkan Diri Setelah Kebakaran Dahsyat Melanda Negaranya

"Terlalu banyak kematian, terlalu banyak kehancuran!" ungkap para pengunjuk rasa, beberapa di antaranya meminta pengunduran diri pemerintah, dikutip dari Reuters, Minggu (22/10/2017).

Kabinet tersebut menerima sebuah laporan terperinci dari para ahli independen mengenai gelombang pertama kebakaran hutan pada Juni ketika 64 orang meninggal di Portugal tengah dan laporan resmi pertama tentang kebakaran yang meluas pada 15-16 Oktober, yang menewaskan 44 orang.

Laporan utama tersebut menunjukkan kegagalan pada hampir setiap tingkat pencegahan dan pemantauan kebakaran selama musim panas yang luar biasa panas dan kering hingga respons perlindungan sipil, komunikasi darurat, dan peringatan populasi.

Pemerintah lalu memutuskan untuk mempekerjakan ratusan pengawasan hutan untuk memelihara hutan dan untuk mencegah kebakaran, memerintahkan pembersihan jalur keselamatan utama di sepanjang jalan raya dan rel kereta api, dan berjanji mendukung pengumpulan limbah hutan untuk biorefineries.

BACA JUGA: Angin Badai Ophelia Picu Kebakaran di Portugal, 27 Orang Tewas

Pihak Pemerintah Portugal juga akan mengambil saham yang cukup besar di jaringan komunikasi darurat SIRESP, yang peralatannya gagal dalam banyak digunakan selama kebakaran. Tindakan lain yang mungkin dilakukan akan menempatkan angkatan udara yang bertanggung jawab atas pesawat pemadam kebakaran yang saat ini dipekerjakan dan dikelola oleh layanan perlindungan sipil.

Bantuan negara yang dijanjikan untuk daerah yang terkena bencana termasuk membayar kompensasi kepada keluarga yang kehilangan sanak keluarga dan rumah, mendanai pekerjaan rekonstruksi, dan dukungan untuk menyelamatkan pekerjaan lokal.

Sekadar diketahui, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Portugal, Constança Urbano de Sousa, mengundurkan diri pada Rabu 18 Oktober 2017 waktu setempat. Ia mengundurkan diri setelah kebakaran hutan membunuh lebih dari 100 orang dalam empat bulan terakhir di Portugal. Langkah yang diambil Sousa dinilai tidak terlalu membuat tenang oposisi. Pasalnya, oposisi juga meminta Perdana Menteri (PM) Antonio Costa untuk mengundurkan diri.

(pai)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini