nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gara-Gara Burung Kenari, Warga Medan Temukan Telur Palsu Sintetik

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis · Minggu 22 Oktober 2017 03:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 10 22 340 1800039 gara-gara-burung-kenari-warga-medan-temukan-telur-palsu-sintetik-M68FNvDHIm.jpg Telur Palsu (Foto: Okezone)

MEDAN – Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Medan, bereaksi cepat atas temuan dugaan telur sintetik berbahan karet dan plastik oleh salah satu warga kota Medan, Jumat 20 Oktober 2017 kemarin.

Untuk memeriksa temuan itu, hari ini BPOM dan Dinas Ketahanan Pangan menurunkan tim untuk melakukan inspeksi ke Pasar Padang Bulan, tempat telur itu dibeli. Dalam inspeksi tersebut, petugas BPOM mengambil sejumlah sample dari pedagang telur di pasar tersebut.

“Iya benar, anggota kita sudah turun ke sana (Pasar Padang Bulan) untuk mengambil sample. Kita masih lakukan di sana saja, belum di tempat lain,”ujar Kepala BPOM Medan, Sacramento Tarigan, Sabtu (21/10/2017).

Sacramento lebih lanjut mengatakan, hasil dari sample yang mereka kumpulkan hari ini, akan dibawa ke laboratorium mereka untuk kemudian dianalisis guna memastikan apakah mengandung unsur sintetik seperti yang ditemukan warga.

“Sejauh ini belum ada indikasi yang ekstrem. Tapi kita masih harus analisis lagi. Jadi kita belum bisa ambil kesimpulan apakah telur itu palsu atau tidak,”tukasnya.

Sacramento menegaskan, jika nantinya hasil analisis mereka menyebutkan telur tersebut palsu, maka mereka akan melakukan penyelidikan mendalam dan menindak tegas produsen serta pengedar telur palsu itu. Ia pun meminta kepada masyarakat untuk terus pro-aktif melaporkan kepada pihaknya, jika menemukan bahan makanan yang tidak lazim atau tidak layak konsumsi.

“Kita ucapkan terima kasih kepada masyarakat. Informasi dari masyarakat adalah yang utama selain temuan kami sendiri. Dengan informasi dari masyarakat, kita bisa lebih cepat melakukan pemeriksaan dan menekan angka risiko akibat obat dan makanan yang tidak sehat, tidak layak konsumsi dan tidak memiliki ijin edar,”tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang warga bernama Noermansyah melaporkan adanya temuan telur yang diduga sintetis berbahan plastik dan karet. Telur itu dia dapatkan dari sang istri yang membeli telur itu di Pasar Padang Bulan Medan.

Kecurigaan akan kualitas telur tersebut pertama kali muncul akibat burung kenari peliharaan Noermansyah tak mau mengkonsumsi telur rebus yang diberikan Noermansyah. Padahal biasanya burung peliharaannya itu sangat suka dengan telur rebus, khususnya bagian kuning telur. Saat diperiksa, bagian telur itu kenyal seperti karet dan bagian kuningnya sama sekali tak berbau amis. Temuan itu pun kemudian disampaikan kepada para awak media dan ikut menjadi viral di media sosial.

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini