nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Partainya Menang Pemilu, Presiden Republik Ceko Nominasikan Mantan Menkeu sebagai Perdana Menteri

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Senin 23 Oktober 2017 01:06 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 10 23 18 1800373 partainya-menang-pemilu-presiden-republik-ceko-nominasikan-mantan-menkeu-sebagai-perdana-menteri-sTJK6hfsK6.JPG Calon Perdana Menteri Republik Ceko, Andrej Babis, bersama dengan istrinya (Foto: David W. Cerny/Reuters)

PRAHA – Presiden Republik Ceko, Milos Zeman, berkeinginan untuk menjadikan Ketua Partai ANO Andrej Babis sebagai Perdana Menteri (PM) berikutnya. Keinginan tersebut muncul usai Partai ANO memenangi pemilihan umum (pemilu) pada akhir pekan dengan keunggulan cukup mutlak.

“Tujuan saya adalah ketika menunjuk seorang Perdana Menteri, dan itu berarti Andrej Babis, ada kepastian atau setidaknya kemungkinan besar bahwa perdana menteri akan sukses mendapatkan kepercayaan dari parlemen,” tukas Milos Zeman, mengutip dari Reuters, Senin (23/10/2017).

Partai ANO mampu meraih 29,6% suara, unggul hampir tiga kali lipat dari rival terdekatnya. Akan tetapi, banyak partai yang menunjukkan keengganan atau menolak kemungkinan berkoalisi dengan ANO karena Andrej Babis saat ini sedang menghadapi kasus penipuan.

Presiden Milos Zeman sendiri yakin kasus penipuan tersebut tidak akan menjadi batu sandungan bagi Andrej Babis untuk menjadi perdana menteri. ANO sendiri akan mengontrol 78 dari 200 kursi di Majelis Rendah Parlemen Republik Ceko. Dengan demikian, dibutuhkan sedikitnya delapan faksi partai politik agar meraih kursi mayoritas di parlemen.

Sosok Andrej Babis sendiri dianggap oleh banyak pihak sebagai ancaman berbahaya bagi demokrasi di Republik Ceko. Mantan Menteri Keuangan (Menkeu) Republik Ceko itu dianggap tidak memiliki gaya kepemimpinan yang baik serta memiliki kekuasaan besar di media serta bisnis yang dikhawatirkan akan terjadi konflik kepentingan.

Andrej Babis saat ini sedang menghadapi tuduhan menutup-nutupi kepemilikan saham di salah satu perusahaan puluhan tahun lalu. Perusahaan tersebut sengaja didirikan agar Babis dapat menerima dana subsidi dari Uni Eropa senilai EUR2 juta (setara Rp31,9 miliar). Dana subsidi tersebut sedianya diberikan untuk menunjang usaha kecil.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini