Image

Waduh! Tergusur Proyek Bandara, Siswa SDN 3 Glagah Terpaksa Belajar di Rumah Warga

Kuntadi, Jurnalis · Senin 23 Oktober 2017, 17:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 10 23 65 1800790 waduh-tergusur-proyek-bandara-siswa-sdn-3-glagah-terpaksa-belajar-di-rumah-warga-wI73NXUelC.jpg Foto: Kuntadi

KULONPROGO - Pembangunan Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) menggusur SD Negeri 3 Glagah yang berada di Desa Glagah Kecamatan Temon, Kabupaten Kulonprogo. Kegiatan belajar mengajar untuk sementara waktu terpaksa dilakukan di rumah warga.

Kepindahan 108 siswa dilaksanakan di halaman sekolah. Mereka naik dua buah kereta kelinci dan dua unit mobil pikap. Sedangkan meja kursi, dan peralatan lainnya sudah lebih dulu dipindah pada akhir pekan lalu. Sebagai gantinya, tempat belajar siswa akan menempati rumah penduduk berupa rumah joglo. Ruangan yang ada disekat menggunakan papan ataupun almari.

“Ada 108 siswa yang mulai hari ini belajar di sini,” jelas Sri Aisyah, Kepala SDN 3 Glagah Sri Asyiah, Senin (23/10/2017).

Bangunan dan sarana yang ada, saat ini jauh dari apa yang terdapat di gedung sebelumnya. Namun dia mengaku bersyukur dan berterima kasih kepada semua pihak yang mendukung kepindahan. Termasuk mencarikan lokasi yang dekat dengan rumah warga. Untuk itulah guru akan berusaha maksimal agar anak-anak tetap semangat belajra.

“Semangat anak-anak ini yang akan kita jaga, meski bangunan dan tempatnya terbatas kita akan berusaha maksimal,” ujarnya dengan air mata terurai di wajahnya.

Disdikpora sendiri berjanji untuk melakukan kegiatan pendampingan kepada siswa maupun para guru. Selama proses kegiatan belajar mengajar akan dipantau dan dievaluasi setiap tahapan. Guru harus mampu memberikan pelayanan kepada siswa dengan ikhlas tanpa mengeluh.

“Memberikan ilmu dan membangun karakter siswa harus lebih ditingkatkan,” tutur Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kulonprogo, Sumarsana.

Dinas telah menyiapkan gedung sekolah baru yang nanti berada di sekitar hunian relokasi. Saat ini sudah disiapkan lahan seluas 2.000 meter persegi dan akan dibangun pada 2018. Dana yang disiapkan sekir Rp4 miliar dari APBD kabupaten.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini