nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Adakan Pertemuan dengan Presiden AS, PM Singapura Tekankan Dialog terhadap Korut Harus Tetap Dilakukan

Putri Ainur Islam, Jurnalis · Selasa 24 Oktober 2017 10:18 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 10 24 18 1801189 adakan-pertemuan-dengan-presiden-as-pm-singapura-tekankan-dialog-terhadap-korut-harus-tetap-dilakukan-YFVYVsmdry.jpg PM Singapura dan Presiden AS saat pertemuan di Washington DC. (Foto: Reuters)

WASHINGTON DC – Perdana Menteri (PM) Singapura Lee Hsien Loong mengatakan bahwa dialog diperlukan untuk menyelesaikan kebuntuan mengenai program senjata nuklir Korea Utara (Korut) yang terus diperdebatkan dan mengakibatkan ketegangan di Semenanjung Korea.

PM Loong membuat pernyataan tersebut setelah berbincang dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

"Presiden Trump dan saya membahas situasi di Semenanjung Korea. Kami sangat menentang nuklirisasi di Semenanjung Korea, karena ini memengaruhi perdamaian dan stabilitas kawasan tersebut," kata PM Loong saat jumpa pers di Gedung Putih bersama Presiden Trump, dilansir dari Yonhap, Selasa (24/10/2017).

BACA JUGA: Gila! Dijatuhi Sanksi oleh PBB, Korea Utara Ancam Akan Hancurkan AS

Selain itu, PM Loong juga mengatakan bahwa dia menyampaikan tindakan yang telah dilakukan Singapura untuk menekan dan mengisolasi Korut.

"Tapi tidak ada solusi cepat dan mudah. Tekanan memang perlu tapi begitu juga dialog. AS perlu bekerja sama dengan orang lain, termasuk China, Korea Selatan (Korsel), Jepang, dan Rusia untuk menyelesaikan masalah ini," tambah PM Loong.

Namun demikinan, Presiden Trump sejauh ini telah mengisyaratkan keengganan untuk mengadakan pembicaraan dengan negara tertutup tersebut, dengan mengatakan bahwa AS mungkin tidak memiliki pilihan lain kecuali "menghancurkan negara tersebut jika diserang”.

BACA JUGA: Keras! Rezim Kim Jong-un Ancam Lakukan Ini ke AS Setelah Pengumuman Perang

Selain itu, PM Loong juga desak Presiden Trump untuk membangun hubungan yang baik dengan China, mencatat bahwa Singapura memiliki hubungan baik dengan China dan melihatnya sebagai hubungan bilateral terpenting di dunia.

Sekadar diketahui, AS menjadi negara pertama di PBB yang mengajukan sanksi baru yang lebih keras kepada Korut. Presiden AS Donald Trump dan para pejabatnya sempat gencar melakukan lobi-lobi politik guna memastikan mayoritas setuju pada hukuman terbaru yang dirancang AS.

Menteri luar Negeri Korea Utara (Korut) Ri Yong-ho mengatakan, AS adalah pihak yang menyatakan perang pertama kali terhadap negaranya. Dengan demikian, kata dia, negara komunis tersebut berhak menembak jatuh pesawat pembom strategis Washington, bahkan jika tak berada di wilayah udara Korut. Menurut Ri, Presiden AS Donald Trump telah secara efektif mengumumkan perang terhadap Pyongyang, yang berarti semua opsi ada di meja untuk kepemimpinan negaranya.

(pai)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini