nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mantap! Menlu Retno: Kontribusi Indonesia terhadap ASEAN Harus Dipertebal

Djanti Virantika, Jurnalis · Selasa 24 Oktober 2017 18:10 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 10 24 18 1801553 mantap-menlu-retno-kontribusi-indonesia-terhadap-asean-harus-dipertebal-NWhohXVbyf.jpg Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi. (Foto: Okezone)

JAKARTA – Indonesia menjadi salah satu negara di Asia Tenggara yang bergabung ke Association of Southeast Asian Nations (ASEAN). Kontribusi yang besar pun sudah diberikan Indonesia terhadap ASEAN selama 50 tahun.

Meski demikian, Indonesia tetap berharap dapat memberikan manfaat lainnya agar ASEAN dapat terus berdiri. Menurut Menteri Luar Negeri (Menlu) Republik Indonesia (RI), Retno Marsudi, ASEAN harus memberikan manfaat tak hanya bagi masyarakat Asia Tenggara, tetapi juga di dunia.

“Kontribusi Indonesia terhadap ASEAN harus dipertebal. Setelah lima tahun berkonsolidasi, kita sudah dapat katakan bahwa ASEAN oke dan kukuh. Sekarang waktunya kita untuk lebih berkontribusi untuk dunia,” ujar Menlu Retno dalam acara ASEAN Talks dengan tema ‘Indonesia’s Diplomacy for Unity and Centrality of ASEAN’ di Jakarta, Selasa (24/10/2017).

Menlu Retno mengatakan, ada tiga hal yang dapat menentukan masa depan ASEAN. Ketiga hal ini harus mendapat perhatian penting agar ASEAN dapat terus berdiri dan tetap memberikan kontribusi.

BACA JUGA: Menlu Se-ASEAN Ngumpul, Indonesia Usung Isu Terorisme dan Konflik Laut China Selatan

Pertama, lanjut Retno, ASEAN harus mampu mengelola persaingan dari dunia di kawasan Asia Tenggara. Hal ini perlu diperhatikan agar kawasan Asia Tenggara tidak menjadi ajang perebutan rivalitas kekuatan negara-negara besar.

“Kita harus sadar bahwa di mana-mana terjadi konflik, di mana-mana terjadi perebutan kekuasaan. Yang kalau kita tidak baik-baik menavigasi ASEAN, maka kita dapat berada di satu sisi di mana kawasan kita menjadi proxy. Dan kita tidak mau itu terjadi,” jelasnya.

Kemudian, ASEAN juga harus menangani kejahatan transnasional. Menurut Menlu Retno, ada dua kejahatan transnasional yang harus diwaspadai karena dapat menjadi bumerang. Dua kejahatan transnasional itu adalah terorisme dan narkoba.

“Bahaya terorisme ada di mana-mana, tidak ada satu pun negara yang aman terhadap bahaya terorisme ini. Kita harus bekerja bersama. Untuk melawan terorisme,” jelasnya.

BACA JUGA: Mantap! Menlu RI Buka Parade ASEAN 50

Retno menilai, untuk melawan terorisme, masyarakat ASEAN harus mengedepankan toleransi. Tidak lagi mempermasalahkan perbedaan yang ada, sehingga konflik satu sama lain takkan terjadi.

“Kita harus mengupayakan harmoni. Jika tidak diupayakan pasti berantem, dan kemudian dapat terjadi perang atau konflik yang tidak diinginkan. Oleh karena itu, tugas kita semua untuk menyebarkan nilai-nilai toleransi,” tuturnya,

BACA JUGA: Perkenalkan ASEAN kepada Masyarakat, Kemlu RI Gelar Parade ASEAN50

Sementara terkait masalah narkoba, menurut Retno, pengawasan yang ketat harus dilakukan karena ASEAN sangatlah strategis. Jika tak diperhatikan dengan baik, ASEAN narkoba dapat meracuni anak-anak bangsa.

“Kalau kita tidak jaga, aset demografi lebih kita yakni 50% anak muda berbakat, bisa terjerumus ke narkoba. Dan dapat dipastikan ASEAN akan kehilangan masa depan,” katanya.

Hal yang juga menjadi perhatian, imbuh Retno, adalah membuat manfaat ASEAN dirasakan oleh seluruh rakyat. Sehingga, perjalanan panjang ASEAN selama berpuluh-puluh tahun tidak sia-sia.

“Manfaat ASEAN harus dirasakan, baik dari segi ekonomi, pendidikan, masa depan profesinya, gap pembangunan harus dipersempit, baik di dalam satu negara atau antara negara,” tukasnya. (DJI)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini