nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hancur Saat Pertempuran Lawan Teroris, Wapres Filipina Ingin Puing Kota Jadi Monumen di Marawi

Emirald Julio, Okezone · Rabu 25 Oktober 2017 11:06 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 10 25 18 1801948 hancur-saat-pertempuran-lawanteroris-wapres-filipina-ingin-puing-kota-jadi-monumen-di-marawi-N7jb3JYdPW.jpg Foto Wakil Presiden Filipina, Leni Robredo, saat mengunjungi kamp pengungsian warga Marawi (Foto: Reuters)

MARAWI – Wakil Presiden (Wapres) Filipina, Leni Robredo, menyampaikan keinginannya agar puing-puing di Kota Marawi tetap dipertahankan dan tidak dibuang. Sebab ia ingin puing-puing tersebut jadi monumen serta pengingat perjuangan tentara Filipina dalam menumpas teroris.

Sebagaimana dikutip dari dari Inquirer.net, Rabu (25/10/2017) Robredo mengatakan, Pemerintah Filipina harus mempertimbangkan suara serta budaya dari warga Marawi saat proses rehabilitasi kota itu dimulai. Namun ia juga menginginkan “sisa-sisa” perjuangan dalam membebaskan kota tersebut tetap terlihat.

BACA JUGA: Krisis Marawi Usai, ISIS Gagal Kuasai Filipina

“Kami berharap (puing-puing) akan dipertahankan karena akan menjadi seperti monumen untuk keberanian tentara kita dan warga Marawi,” ujar Robredo.

Wapres Filipina tersebut menjelaskan bahwa mempertahankan puing-puing di Marawi akan menjadi pelajaran serta peringatan mengenai terorisme. Ia menambahkan, “monumen” tersebut juga untuk pengingat agar tidak terulangnya pengepungan berdarah itu.

Robredo menuturkan, tim dari kantornya akan mengunjungi Marawi pada hari ini untuk berkoordinasi dengan tim rehabilitasi kota tersebut.

Harapan Robredo ini datang bersamaan ketika Wali Kota Marawi, Majul Gandamra, menceritakan bagaimana sulitnya rehabilitasi kota tersebut. Sebab ia mengklaim, pembangunan ulang itu tidak hanya menantang fisik untuk para warganya tapi juga secara emosional.

BACA JUGA: Hore! Menhan Filipina: Tak Ada Lagi Militan ISIS di Marawi

“Secara emosional, sangat sulit bagi kita untuk melihat reruntuhan dan kehancuran yang ditinggalkan atas kekejaman yang dilakukan oleh kelompok militan,” ungkap Gandamra kepada Inquirer.

Sehingga disinyalir rencana menjadikan puing-puing di Marawi sebagai monumen akan mendapatkan perlawanan dari masyarakatnya. Gandamra mengatakan bahwa puing-puing di Marawi akan mengingatkan mereka tentang bagaimana warganya menderita selama lima bulan terakhir ini.

Wali Kota Marawi itu memperkirakan kehancuran terbesar akan terlihat di 24 desa-desa yang menjadi lokasi persembunyian para teroris serta menjadi area dengan baku tembak terparah. “Ini pasti akan membutuhkan waktu yang lama untuk merekonstruksi Marawi dan membuatnya layak huni, “ tambah Gandamra.

(emj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini