Dipenjara di Dubai karena Sentuh Pinggul Seorang Pria, Turis Inggris Akhirnya Bebas

Rufki Ade Vinanda, Okezone · Kamis 26 Oktober 2017 04:12 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 26 18 1802550 dipenjara-di-dubai-karena-sentuh-pinggul-seorang-pria-turis-inggris-akhirnya-bebas-cO8BXhluwJ.jpg Jamie Harron kembali ke Inggris dan dijemput keluarganya. (Foto: PA)

LONDON - Seorang turis asal Inggris harus mendekam di balik jeruji besi hanya karena menyentuh pinggul seorang lelaki. Turis bernama Jamie Harron yang tengah berwisata ke Dubai itu dipenjara setelah dinilai melakukan tindakan tidak senonoh.

Peristiwa itu bermula ketika Harron mengunjungi sebuah kelab malam yang penuh dengan pengunjung di Dubai. Kala itu, Harron kesulitan berjalan menembus kerumunan orang dan sibuk memegang minumannya. Pria berusia 27 tahun yang bekerja sebagai montir listrik itu menyentuh pinggang seorang pria karena menghindar agar ia tidak tersenggol.

Harron terpaksa memegang pinggul pengunjung lain agar ia tak tersenggol orang lain dan menumpahkan minumannya. Akibat hal tersebut, Harron harus dipenjara selama 5 hari lamanya. Ia bahkan dijatuhi hukuman 3 bulan kurungan akibat hal tersebut. Beruntung, Harron kemudian dibebaskan dengan uang jaminan tetapi paspornya harus disita.

Baca Juga: Tak Sengaja Sentuh Pria, Turis Inggris Terancam Mendekam di Penjara Dubai

Sebagaimana diwartakan Independent, Kamis (26/10/2017), Harron dibebaskan dan bisa kembali ke Inggris setelah diampuni oleh Perdana Menteri dan Wakil Presiden Uni Emirat Arab, Sheikh Mohammed bin Rashid al-Maktoum. Penangkapan Harron ini sebelumnya telah memicu protes dari publik internasional.

Menindaklanjuti insiden ini, Kementerian Luar Negeri Inggris mendesak warganya untuk menghormati tradisi, adat, hukum dan agama setiap kali berwisata ke negara tertentu. Sebagaimana diketahui Uni Emirat Arab memang menjadi destinasi wisata yang populer bagi wisatawan dari Eropa dan sekitarnya.

Namun UEA juga dikenal dengan peraturan yang ketat terkait ketidaksenonohan dan praktik homoseksualitas di ruang publik. Meski kini telah bebas, Harron sendiri cukup trauma dan mengaku tidak akan kembali ke negara tersebut. Ia juga menyebut UEA sebagai negara yang "berantakan".

Harron sebelumnya telah putus asa dan tak menyangka jika dirinya dapat bebas. "Pada awalnya aku merasa sama sekali tidak bisa melihat cahaya di ujung terowongan. Aku benar-benar tak percaya hal ini bisa terjadi," ujar Harron yang akhirnya mendarat di Bandara Glasgow, Inggris pada Selasa 24 Oktober lalu.

(rav)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini