Image

Kepada Stasiun Luar Angkasa, Paus Fransiskus: Anda Melihat Bumi dari Mata Tuhan

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Jum'at 27 Oktober 2017, 04:06 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 10 27 18 1803253 kepada-stasiun-luar-angkasa-paus-fransiskus-anda-melihat-bumi-dari-mata-tuhan-M7TRirgncN.JPG Paus Fransiskus melakukan telekonferensi lewat video dengan Stasiun Luar Angkasa Internasional (Foto: Osservatore Romano/Reuters)

VATIKAN – Pemimpin Tertinggi Umat Katolik sedunia, Paus Fransiskus, melakukan panggilan video dengan Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Dalam panggilan tersebut, pria asal Argentina itu menyatakan bahwa bumi adalah sebuah benda yang rentan sehingga dapat menghancurkan diri sendiri.

Paus Fransiskus berbincang selama 20 menit dengan enam orang kru ISS. Pria berusia 78 tahun itu menanyakan sejumlah hal, beberapa di antaranya bahkan terlihat seperti pertanyaan seorang pelajar kepada gurunya. Ia juga menyatakan para kru itu memiliki kesempatan melihat planet ‘dari posisi mata Tuhan’.

“Selamat pagi atau selamat sore. Karena Anda berada di luar angkasa, jadi Anda tidak pernah tahu,” kelakar Paus Fransiskus dari balik meja di hadapan monitor televisi, melansir dari Reuters, Jumat (27/10/2017). Ia menjadi pemimpin umat Katolik sedunia kedua yang menelepon ISS setelah Paus Benediktus XVI pada 2011.

Pria bernama asli Jorge Mario Bergoglio itu nampak tersentuh oleh komentar komandan misi luar angkasa, Randy Bresnik. Pria asal Amerika Serikat (AS) itu mengatakan bahwa satu-satunya kesenangan berada di luar angkasa adalah ‘mampu melihat keluar dan melihat ciptaan Tuhan dari perspektif Yang Maha Kuasa’.

“Tidak semua orang bisa datang ke sini dan melihat keindahan bumi yang tak terlukiskan dan tidak tersentuh dalam jiwa mereka. Tidak ada batasan, tidak ada konflik, di sini sangat damai,” ucap Bresnik kepada Paus Fransiskus.

“Ini adalah benda yang sangat rentan, atmosfernya sangat tipis, sehingga mampu merusak dan menghancurkan diri sendiri. Anda telah melihatnya dari pandangan Tuhan,” timpal Paus Fransiskus kepada Randy Bresnik.

Salah satu kru asal Rusia, Sergey Ryanzanskiy, mengaku kepada Paus Fransiskus ingin menjadi seorang kosmonot karena kakeknya adalah salah satu kepala teknisi yang membangun Sputnik, satelit pertama Uni Soviet. Sri Paus meminta Sergey untuk tidak melupakan asal-usulnya karena itu membawa harapan dan kekuatan dalam hidup.

Selama percakapan, Paus Fransiskus dibantu oleh Paolo Nespoli. Astronot asal Italia itu menjadi penerjemah bagi rekan-rekannya karena Sri Paus berbicara dalam bahasa Italia. Ia berterima kasih kepada Paus Fransiskus karena sudah berkunjung dan memberi semangat.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini