nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Astaga! Pemilu Ulang Kenya Diwarnai Penembakan dan Pelemparan Batu

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Jum'at 27 Oktober 2017 05:02 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 10 27 18 1803271 astaga-pemilu-ulang-kenya-diwarnai-penembakan-dan-pelemparan-batu-d8RNNQCUEU.JPG Kerusuhan mewarnai pemungutan suara ulang di sejumlah wilayah di Kenya (Foto: Goran Tomisevic/Reuters)

KISUMU – Situasi di Kenya kembali memanas saat pemilihan umum (pemilu) ulang digelar pada Kamis 26 Oktober. Pendukung oposisi di Kisumu terlibat bentrok dengan kepolisian, melempar batu, dan melakukan pembakaran terhadap barikade yang dipasang.

Polisi lantas membalas aksi pengunjuk rasa dengan menembakkan gas air mata, memuntahkan peluru tajam, dan juga semprotan air. Kisumu diketahui merupakan basis pendukung bagi Raila Odinga, penantang petahana Uhuru Kenyatta, yang memutuskan memboikot pemilu ulang tersebut. Akibatnya, satu orang tewas dan tiga lainnya luka-luka.

Korban tewas juga mewarnai unjuk rasa di Homa Bay. Polisi mengatakan, satu orang tewas ditembak dan satu lainnya luka-luka. Sementara di Kibera dan Mathare, para pengunjuk rasa melempar bom molotov dan juga batu ke arah polisi. Sebuah gereja di Mathare turut menjadi korban pelemparan bom molotov.

BACA JUGA: Tok! Nyatakan Pemilu Kenya Tidak Sah, MA Batalkan Kemenangan Petahana

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kenya menuturkan, satu dari 10 tempat pemungutan suara (TPU) gagal dibuka selama pelaksanaan pemilu ulang. Pemungutan suara akhirnya diputuskan untuk ditunda hingga 28 Oktober di empat kota karena alasan keamanan. Keempat kota tersebut diketahui basis pendukung oposisi.

Sementara itu, di Ibu Kota Nairobi, jumlah pemilih menurun drastis dibandingkan pada pemilu 8 Agustus lalu. KPU meyakini, jumlah pemilih yang menggunakan hak suaranya hanya 48%. Kendati demikian, calon petahana Uhuru Kenyatta mendorong warganya untuk tetap antusias memilih.

“Kami meminta mereka untuk memilih dengan rendah hati dan datang dalam jumlah besar. Kami lelah sebagai ‘negara pemilihan’ dan saya pikir sudah waktunya untuk melangkah maju,” ucap Uhuru Kenyatta usai menggunakan hak pilih, melansir dari Reuters, Jumat (27/10/2017).

Sebagaimana diketahui, pemilu Kenya harus digelar ulang karena Mahkamah Agung menganulir kemenangan Uhuru Kenyatta. MA menyatakan, hasil pemilu pada 8 Agustus lalu tidak sah dan harus diulang dengan syarat reformasi di tubuh KPU Kenya karena adanya kecurangan.

BACA JUGA: Tuding Lembaganya Tidak Kredibel, Pejabat Senior KPU Kenya Resign 

Akan tetapi, nyatanya KPU tidak melakukan reformasi sebagaimana yang dimandatkan MA. Wakil Presiden sekaligus calon oposisi, Raila Odinga, memutuskan memboikot karena KPU tidak menjalankan mandat. Pejabat senior KPU Kenya, Roselyn Akombe, akhirnya mengundurkan diri karena menganggap lembaganya tidak kredibel dan mencari perlindungan di Amerika Serikat (AS).

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini