Image

Duh! Gara-Gara Kasus Pelecehan Seksual, Lexus Akhiri Kerjasama dengan Perusahaan Weinstein

Santo Evren Sirait, Jurnalis · Senin 30 Oktober 2017, 09:16 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 10 30 15 1804830 duh-gara-gara-kasus-pelecehan-seksual-lexus-akhiri-kerjasama-dengan-perusahaan-weinstein-cAOk3GScjG.jpg Lexus (Reuters)

LOS ANGELES - Lexus telah mengonfirmasi bahwa pihaknya akan mengakhiri kerjasama dengan perusahaan Weinstein yang bergerak di bidang produksi film dan program televisi. Keputusan tersebut diambil menyusul kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh pemilik perusahaan, Harvey Weinstein, terhadap karyawan dan artis yang pernah bekerja sama dengannya.

Produsen mobil asal Jepang itu menjadi sponsor 'Project Runway', sebuah acara reality show yang diproduksi oleh Weinstein. Dengan diakhirinya kerjasama tersebut, maka mobil Lexus tidak akan lagi muncul di acara tersebut.

(Baca juga: Asisten Produser Harvey Weinstein: Dia Menindihku di Atas Ranjang)

"Lexus telah memilih untuk mengakhiri kerjasama dengan The Weinstein Company. Sebelumnya mobil Lexus berada di studio film untuk jalannya proyek film dan televisi tertentu," kata juru bicara Lexus kepada Reuters.

Dalam beberapa pekan terakhir, lebih dari 12 perempuan mengaku telah menjadi korban pelecehan seksual Weinstein, sebagian dari mereka juga bahkan diperkosa.

Sementara itu, kasus pelecehan Weinstein saat ini sedang diselidiki oleh tiga kejaksaan sekaligus. Kejaksaan Kota New York sedang melakukan penyelidikan terhadap perusahaan yang didirikan oleh produser film Hollywood itu setelah dia dituduh melakukan pelecehan seksual kepada karyawannya.

Kepolisian Los Angeles telah mengumumkan penyelidikan pertamanya dalam kasus yang diduga melibatkan Weinstein di California. Penyelidikan dilakukan atas laporan seorang korban yang dilecehkan oleh Harvey pada 2013.

(Baca juga: Sebagian Besar Anggota Setuju, Academy Motion Picture Akhirnya Pecat Harvey Weinstein)

Sedangkan di London, polisi mengatakan Weinstein dituduh melakukan penyerangan terhadap tiga orang perempuan dalam insiden terpisah pada akhir 1980-an, 1992, 2010, 2011, dan 2015. Polisi menyatakan telah menerima klaim laporan bahwa mereka diserang di kawasan Westminster, Camden, dan London bagian barat. (san)

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini