Image

Mengenal Kecanggihan Smarts Assist, Teknolgi Rem Otomatis ketika Mobil Hendak Menabrak

Abu Sahma Pane, Jurnalis · Senin 30 Oktober 2017, 23:11 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 10 30 15 1805366 mengenal-kecanggihan-smarts-assist-teknolgi-rem-otomatis-ketika-mobil-hendak-menabrak-5eR311cRBS.jpg Penggunaan smart assist pada produk Daihatsu (Foto: Okezone)

TOKYO – Teknologi smart asisst menjadi andalan Daihatsu Jepang dalam pengembangan produknya. Teknologi tersebut sudah disematkan ke mobil terbarunya, yakni Daihatsu Move dan Daihatsu Mira e:S.

Teknologi smart asisst dirancang untuk menambah keamanan ketika berkendara. Salah satu kecanggihannya adalah kemampuan rem otomatis ketika pengendara hendak menabrak mobil di depannya.

Okezone berkesempatan menjajal teknologi ini ketika mengikuti test drive mobil jenis Move di kawasan pabrik Daihatsu di Prefektur Shiga, Jepang.

Mobil itu dipacu dalam kecepatan 40 Km per jam ke arah penghalang di depannya. Sekira dua meter saat hendak menabrak, mobil tersebut mendadak berhenti sehingga benturan tak terjadi.

"Jadi kalau lagi mengantuk terus tiba-tiba hendak menabrak mobil di depannya, terus kaki tidak bisa terlalu menekan rem, rem otomatis sebenarnya sudah berfungsi," ucap intrukstur test drive tersebut.

Kecanggihan lain dari teknologi Smart Assist adalah bagian depan mobil dilengkapi dengan kamera. Sementara bagian belakang juga demikian, namun ditambah sensor yang membuat alarm berbunyi ketika mobil hendak menabrak saat berjalan mundur untuk parkir. “Bunyinya bip, bip, bipa,” ucapnya.

Sensor itu dibuat karena fungsi kamera juga terbatas. Misalnya mobil mundur ke arah dinding kaca yang transparan, maka dinding itu bisa jadi tak terlihat sopir di layar karena tembus pandang. Maka bunyi bip bip bip itulah memberitahu jika mobil hendak menabrak.

Sayangnya teknologi tersebut belum akan dibawa ke Indonesia oleh Daihatsu. Smart Assist baru dipasang ke mobil jenis Mira e:S dan Move yang hanya beredar di Jepang.

“Teknologi ini (Smart Assist) belum akan dibawa ke Indonesia karena permintaan pasar di Tanah Air saat ini bukan soal keamanan. Permintaan pasar hanya soal hemat BBM. Nanti kalau pasar minta teknologi seperti itu, baru kita siapkan,” ujar Direktur Marketing ADM Amelia Tjandra di Shiga, Jepang.

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini