nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dijerat 2 Kasus Korupsi, Eks Dirut PT DGI Dituntut 7 Tahun Penjara

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Senin 30 Oktober 2017 15:10 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 10 30 337 1805066 dijerat-2-kasus-korupsi-eks-dirut-pt-dgi-dituntut-7-tahun-penjara-rn7IEtWgrH.jpg Eks Dirut PT DGI Dudung Purwadi (Foto: Arie Dwi Satrio)

JAKARTA - Mantan Direktur Utama PT Duta Graha Indah (PT DGI), Dudung Purwadi dituntut tujuh tahun penjara dengan denda sebesar Rp300 juta subsider enam bulan kurungan oleh Jaksa penuntut pada Komisi Pem‎berantasan Korupsi (KPK).

Jaksa KPK, Kresno Anto Wibowo berkesimpulan, bahwa terdakwa Dudung terbukti secara sah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dalam dua perkara sekaligus.

"Meminta majelis hakim menjatuhkan pidana penjara selama 7 tahun dipotong selama masa tahanan dan denda pidana uang sebesar Rp300 juta subsider 6 bulan kurungan," kata JPU Kresno di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (30/10/2017).

Dalam perkara pertama, Dudung terlibat dalam perkara korupsi pembangunan Wisma Atlet dan Gedung Serbaguna Provinsi Sumatera Selatan tahun 2010-2011.

Sementara perkara kedua, Dudung terjerat dalam dugaan korupsi proyek pembangunan Rumah Sakit Khusus Infeksi dan Pariwisata Universitas Udayana, Bali, tahun 2009-2010.

‎Adapun hal yang menjadi pertimbangan jaksa dalam melayangkan tuntutan terhadap Dudung, untuk yang memberatkan, perbuatan terdakwa tidak mendukung upaya pemerintah dalam memberantas korupsi dan berbelit belit dalam memberikan keterangan.

"Sedangkan, hal-hal yang meringankan, yakni terdakwa mengaku bersala‎h, menyesali perbuatannya, dan sudah uzur serta menderita berbagai penyakit," tandasnya.

Sebelumnya, Dudung didakwa telah melakukan korupsi pembangunan rumah sakit khusus pada Universitas Udayana, Bali. Dudung bersama-sama dengan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, M. Nazaruddin dan dan petinggi Universitas Udayana, I Made Meregawa memperkaya diri sendiri, orang lain, dan korporasi.

Korporasi yang diduga diuntungkan‎ dalam proyek ini yakni PT DGI, dengan cara memenangkan perusahaan tersebut sebagai pelaksana atau rekanan proyek rumah sakit tersebut.

Dudung diduga memperkaya PT DGI sebesar Rp6.780 miliar pada 2009. Kemudian, sebesar Rp17,998 miliar pada 2010. ‎Total keuntungan PT DGI dalam proyek tersebut diperkirakan mencapai Rp24,7 miliar.

Selain menguntungkan PT DGI, Dudung juga dinilai telah menguntungkan M. Nazaruddin serta perusahaannya, PT Anak Negeri, PT Anugerah Nusantara, dan Permai Group dengan total sekira Rp10,2 miliar.

Sedangkan dalam perkara dugaan korupsi pembangunan Wisma atlet dan Gedung Serbaguna di Provinsi Sumsel, Dudung memperkaya PT DGI sebesar Rp42,7 miliar, Nazaruddin dan Permai Group Rp4,67 miliar, serta memperkaya Ketua Komite Pembangunan Wisma Atlet Palembang, Rizal Abdullah sebesar Rp500 juta.

Atas perbuatannya, Dudung disangkakan melanggar Pasal 2 Ayat (1) atau Pasal 3 Juncto Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 Juncto Pasal 64 KUHP.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini