nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Digelar Serentak, 2.845 Peserta Ikuti Seleksi Calon Pengawas Pilgub NTT

Adi Rianghepat, Jurnalis · Senin 30 Oktober 2017 12:35 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 10 30 340 1804936 digelar-serentak-2-845-peserta-ikuti-seleksi-calon-pengawas-pilgub-ntt-qNv1vD82Qy.jpg Suasana pemilihan kepala daerah (pilkada) di TPS. (Foto: Okezone)

KUPANG - Badan Pengawas Pemilu Provinsi Nusa Tenggara Timur menyeleksi 2.845 pengawas kecamatan (Panwascam) yang akan bertugas pada pemilihan gubernur dan wakil gubernur serentak, Juni 2018. Para calon panwascam itu wajib menjalani ujian tertulis.

"Ujian dihelat secara serentak hari ini di 22 kabupaten dan kota provinsi ini," kata Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu NTT, Jemris Fointuna, di Kupang, Senin (30/10/2017).

Jemris mengimbuhkan, seleksi tersebut menjadi prosedur wajib dan masuk dalam tahapan rekrutmen para calon pengawas pelaksanaan pemilihan gubernur di level kecamatan yang ada. "Karena wajib makanya harus dilakukan seterbuka mungkin agar tidak cacat hukum dan bisa mendapatkan pengawas yang berkualitas dan berintegritas," katanya.

BACA JUGA: Jelang Pilkada 2018, DPR Minta KPU & Bawaslu Perketat Pengawasan Politik Uang
 

BACA JUGA: Fantastis! Ini Perkiraan Biaya Pilkada Serentak 2018
 

Hasil ujian tulis, kata Jemris, akan diumumkan pada 2 November. Mereka yang lulus lalu akan menjalani tahapan wawancara yang diagendakan pada 4 hingga 8 November. Tahapan ini akan diikuti oleh masing-masing enam peserta dengan nilai tertinggi di setiap kabupaten dan kota yang ada di provinsi seribu pulau tersebut.

"Karena ada 309 kecamatan di 22 kabupaten dan kota provinsi ini, maka yang terseleksi dan terpakai hanya 927 orang. Setiap kecamatan akan memiliki tiga orang pengawas. Jadi dari enam orang yang ikut wawancara hanya tiga yang terpilih," katanya.

BACA JUGA: Bulan Depan, Bawaslu Targetkan Rilis Indeks Kerawanan Pilkada 2018

Jemris menjamin, proses seleksi tidak hanya melibatkan tim dengan kemampuan profesional di bidang yang diperlukan dalam konteks pengawasan pemilihan gubernur ini, tetapi juga dilakukan secara terbuka. Dengan begitu, ujar Jemris, calon pengawas yang terpilih juga berkualitas baik, jujur dan berintegritas.

"Jajaran pengawas yang berintegritas akan menjamin hasil pelaksanaan pemilihan gubernur yang benar-benar jujur dan menjadi pilihan rakyat. Pengawasan baik, akan menghasilkan pelaksanaan yang baik pula," tandasnya.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini