Image

Miris! Demi Ilmu, Pelajar di Karawang Rela Jalan Kaki Belasan Kilometer Lewati Hutan dan Ancaman Binatang Buas

Mulyana, Jurnalis · Rabu 01 November 2017, 11:12 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 10 31 65 1805847 miris-demi-ilmu-pelajar-di-karawang-rela-jalan-kaki-belasan-kilometer-lewati-hutan-dan-ancaman-binatang-buas-MIuGXXzHAa.jpg Foto: Mulyana/Okezone

KARAWANG - Tengoklah ‎aktivitas puluhan pelajar terpencil SDN Wanajaya III, di Dusun Krisik, Desa Wanajaya, Kecamatan Teluk Jambe Barat, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Semangatnya untuk belajar, patut diacungi jempol.‎ Meskipun tinggal di daerah terpencil, mereka tetap semangat untuk pergi menuntut ilm‎u.

Minimnya akses pendidikan di wilayah itu, tak menyurutkan niat mereka untuk menimba ilmu. Mereka, rela berjalan kaki belasan kilometer demi menggapai impian. Selama ini, SDN Wanajaya III, bagi mereka merupakan sekolah terdekat di kampung itu.

Setiap hari, sekelompok pelajar tingkat dasar ini beriringan berjalan menelusuri jalan setapak hutan karet untuk menuju ke sekolah. Untuk sampai di sekolah, mereka harus berjalan kaki sejauh kurang lebih 10 kilometer dari rumah.‎ Tak heran, jika melihat jarak tempuhnya para siswa ini terpaksa harus berangkat dari rumah sekira pukul 05.00 WIB.

Selain jarak dari rumah ke sekolah mereka terbilang cukup jauh, medan yang dilaluinya pun merupakan wilayah perbukitan. Hal inilah yang juga menjadi alasan bagi siswa-siswi ini berangkat sepagi itu.

Tak hanya itu, tidak adanya alat transportasi untuk mempersingkat waktu berangkat sekolah menjadi kendala tersendiri. Oleh karenanya, jarak sejauh itu terpaksa mereka tempuh dengan jalan kaki setiap harinya.

Kurang lebih pukul 07.00 WIB pagi, anak-anak tangguh ini tiba di sekolah. Dengan kata lain, waktu yang mereka habiskan selama perjalanan itu sekira dua jam. Namun demikian, kondisi tersebut tak membuat para pelajar yang tinggal di daerah terpencil itu patah semangat. Mereka tetap ikhlas demi mendapat pendidikan layak.

Salah seorang siswa kelas III di SDN tersebut, Bayu Anggara ‎mengaku, dia bersama dua teman lain yang salah satunya bernama Wahyu Andrian itu sudah biasa menelusuri‎ medan berbukit dan jalan setapak setiap berangkat dan pulang sekolah.

"Kalau ditanya capek, ya pasti capek pak. Apalagi setiap hari seperti ini. Ditambah lagi kondisi daerah kami yang berbukit. Tapi kan demi menuntut ilmu apapun harus dilakukan," ujar Bayu kepada Okezone, baru-baru ini.

Bayu yang saat itu terlihat kecapean mengatakan, ada yang menjadi kendala saat menempuh perjalan di pagi gelap itu, yakni ancaman dari binatang buas. Menurut mereka, di hutan karet yang sering mereka lalui, banyak ular berbisa dan hewan berbahaya lainnya, semisal babi hutan.

"Suka ada ular. Kadang juga suka terlihat babi hutan melintas," imbuh dia.

Di tempat sama, salah seorang guru di SDN tersebut, Oman (57) membenarkan bila ada sejumlah muridnya yang harus berjalan kaki menyusuri hutan dengan jarak cukup jauh dari rumahnya ke sekolah. Bahkan, anak-anak ini harus berangkat lebih awal. Sebab, waktu tempuh mereka itu sekitar 1,5 sampai 2 jam.‎

"Jadi, ‎kediaman anak-anak ini, selain daerah gersang juga masih dipenuhi hutan yang rimbun. Ditambah gunungan batu yang menjulang dipenuhi pepohonan dan ilalang," ujarnya.

Terkait ju‎mlah siswa di sekolahnya, Oman menambahkan, mencapai 70 siswa. Dari jumlah tersebut, sebagian besarnya tinggal di kampung terpencil. Tidak ada alat transportasi yang bisa mengantarkan mereka ke sekolah. Sebab, kontur alamnya yang berbukit-bukit dan jalan setapak. Sehingga, setiap hari mereka harus berjalan kaki yang lumayan jauh..

"SDN ini, merupakan satu-satunya sekolah yang paling dekat dengan perkampungan mereka. Sebab, lokasi sekolah lain dari kampung mereka, jarak tempuhnya lebih jauh lagi.

Untuk diketahui, Dusun Krisik, Desa Wanajaya, Kecamatan Teluk Jambe Barat, Kabupaten Karawang, merupakan salah satu wilayah yang terpencil di daerah dengan sebutan Kota Pangkal Perjuangan itu. Meskipun, lokasi perkampungan itu berada tak jauh dari kawasan industri besar, yakni ‎Karawang Internasional Industrial City (KIIC).

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini