Image

Yamaha Tak Mau Gegabah Pasarkan Motor Listrik di Indonesia, Ini Alasannya

Santo Evren Sirait, Jurnalis · Rabu 01 November 2017, 18:19 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 11 01 15 1806635 yamaha-tak-mau-gegabah-pasarkan-motor-listrik-di-indonesia-ini-alasannya-gEMCSHYJLK.jpg Yamaha E-Vino (Santo/Okezone)

JAKARTA - Yamaha Motor Company telah lama mengembangkan kendaraan listrik. Di mulai dari sepeda elektrik bernama Pas (power assist system) pada 1993, lalu dilanjutkan dengan perkenalan sepeda motor listrik pada 2002 seperti EC-02, Passol-L, EC-03n dan E-Vino. Model listrik terakhir yang di perkenalkan Yamaha adalah PES2 dan PED2 pada 2015 di ajang Tokyo Motor Show di Jepang. Satu di antaranya sudah ada di Indonesia yaitu E-Vino.

Walaupun sudah cukup berpengalaman dalam pengembangan sepeda motor listrik, Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) belum mau terburu-buru memasarkannya di Indonesia. Dionysius Beti, executive vice president director YIMM, mengatakan untuk memasarkan sepeda motor tidak mudah perlu pemikiran yang matang.

(Baca juga: Apa Kabar Proyek Skuter Listrik Honda?)

"Kenapa kita tidak jual langsung atau impor sepeda motor listrik, sebenarnya secara manufacturing kami sudah siap, sudah produksi Fino di Indonesia untuk menjadi electric vehicle itu tidak sulit. Dari sisi teknologi maupun manufacturing kita siap, tetapi kami tidak berani gegabah untuk langsung jual ke pasar karena bagi kita tentu semua tertarik kepada motor listrik tapi untuk perusahaan Yamaha, kami sangat memerhatikan generasi penerus ke depan. Memasarkan motor listrik bukan hanya komersial dapat uang tetapi dampak dari pemasaran itu harus di pikirkan matang. Jual gampang tapi bagaimana tentang konsumen safety," kata Dion, di Jakarta Rabu (1/11/2017).

Tidak hanya itu, lanjut Dion prilaku berkendara di Indonesia yang masih belum taat lalu lintas membuat pihaknya menunda terlebih dulu pemasaran sepeda motor listrik. Selain itu infrastruktur jalan yang belum memadai.

"Negara lain tidak ada banjir di Indonesia, Jakarta dan area lain itu dalam kondisi hujan pun diterabas. Kalau motor bensin masalahnya mogok kalau di motor listrik bisa setrum, nah setrumnya itu cukup berbahaya. Jadi kami tidak berani gegabah menyangkut keselamatan dari pengendara. Yang mungkin tidak diperhatikan adalah kultur Indonesia saat berkendara sepeda motor suka tidak sesuai dengan rambu-rambu lalu lintas, ngebut, zig zag dijalan raya dan lainnya. Jadi faktor keselamatan adalah sesuatu yang harus Yamaha pertimbangkan dengan matang di mana kultur berkendara di Indonesia berbeda dengan Jepang, dan Eropa yang sangat taat peraturann," pungkas Dion.

(Baca juga: Ramah Lingkungan, Presiden Jokowi Dukung Kendaraan Listrik Garapan Anak Bangsa)

Saat ini di Indonesia sendiri sudah ada beberapa produsen yang mulai berani memasarkan sepeda motor listrik. Di antaranya Viar dengan Q1 dan Garansindo dengan motor listrik Zero  (Zero Motorcycles) yang ditawarkan dalam beberapa model. (san)

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini