Image

Catat! Jangan Asal Buang Baterai Bekas Motor Listrik

Santo Evren Sirait, Jurnalis · Rabu 01 November 2017, 22:23 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 11 01 15 1806788 catat-jangan-asal-buang-baterai-bekas-motor-listrik-bZLZasZLPe.jpg Baterai motor listrik Yamaha E-Vino (Santo/Okezone)

JAKARTA - Tidak cuma soal pasar, produksi, dan insentif pajak, saat ini baik itu pabrikan automotif maupun pemerintah tengah memikirkan mengenai baterai untuk kendaraan listrik. Selain harga komponenya terbilang mahal, yang masih menjadi perdebatan adalah jika baterai sudah tidak bisa digunakan atau masa pakainya habis. Sebab baterai tidak boleh dibuang sembarangan karena bisa menjadi limbah yang berbahaya dan berdampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan manusia.

"Baterai dari motor listrik adalah baterai lithium. Penanganan tentang limbah baterai bekas barang elektronik saja Indonesia belum benar, baterai habis tinggal buang begitu saja. Kalau baterai motor listrik dibuang begitu saja dapat mencemarkan tanah dan air. Itu dampaknya bisa jadi limbah yang sangat berbahaya jadi penanganan baterai itu harus hati-hati," ujar Dionysius Beti, executive vice president director Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), di sela perkenalan E-Vino, di Jakarta, Rabu (1/11/2017).

(Baca juga: Pakai Motor Listrik, Masyarakat Bisa Hemat Ongkos Transportasi)

Dijelaskan Dion, baterai bekas motor listrik berbeda dengan aki, bila sudah tidak terpakai masih bisa didaur ulang dan kemudian dijual kembali, sedangkan baterai sebaliknya.

"Aki sekarang pun sebenarnya bisa diperbaiki lagi, bisa dijual lagi tapi kalau baterai lithium ini mungkin tidak gampang untuk di-recycle. Kalau baterai bekas motor listrik tidak didaur ulang bangaiman kehidupan anak cucuk kita kedepan. Baterai bisa jadi racun dan sebagainya polusi itu sangat berbahaya," terang Dion.

Sampai saat ini di Indonesia belum ada pabrikan yang mampu memproduksi dan mendaur ulang baterai kendaraan listrik. Hal itu pula yang membuat Yamaha masih pikir-pikir untuk memasarkan motor tanpa emisi itu di Indonesia.

(Baca juga: PLN Sediakan Ratusan Fasilitas Pengisian Baterai Sepeda Motor Listrik)

"Itulah pertimbangan dari Yamaha, harus test market dulu, nah tentu kita tidak langsung tes ke masyarakat tapi kita memilih lingkungan-lingungan (wilayah) terbatas. Kami telah mencoba motor listrik di pabrik sendiri, tentu kita ada agreement (perjanjian) dan dididik dulu caranya bagaimana dan kita juga agreement dengan Mitsubishi bisa dipakai motor listrik outdoor dan indoor, karena ini tidak pakai polusi, jadi beda dengan motor bermesin bensin tidak bisa pakai di indoor, jadi motor listrik itu jadi ramah lingkungan, itu kelebihannya," pungkas Dion. (san)

PLN Sediakan Ratusan Fasilitas Pengisian Baterai Sepeda Motor Listrik

Santo Evren Sirait, Jurnalis · Rabu 07 Juni 2017, 08:47 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 06 07 15 1709545 perusahaan-listrik-negara-siap-menyediakan-infrastruktur-pengisian-baterai-motor-listrik-HzKSpJh8rz.jpg Motor Listrik Viar Q1 (Foto: Santo/Okezone)

JAKARTA - Skuter matik (skutik) Viar Q1 mendapat dukungan dari Perusahaan Listrik Negara (PLN). Salah satu bentuk dukungannya, PLN akan menambah titik penyediaan listrik dan infrastruktur pengisian baterai motor listrik atau stasiun penyedia listrik umum (SPLU) yang saat ini sudah tersebar di beberapa wilayah di Jakarta.

Adanya SPLU akan mempermudah pengisian baterai tidak hanya untuk Viar Q1 tapi juga untuk merek lain yang kedepannya juga akan menghadirkan kendaraan nihil emisi karbon itu.

"Saat ini DKI Jakarta saja sudah ada sekira 369 titik SPLU dan sudah beroperasi dimanfaatkan untuk usaha kecil dan terus ditambah untuk menampung kebutuhan motor listrik Viar," ujar Leo Basuki, commerce & customer service manager PT PLN (Persero) distribusi Jakarta Raya, di Jakarta, kemarin.

Sistem pengisian listrik melalui SPLU, kata Leo, sangat mudah digunakan dan mirip dengan fasilitas pengisian token PLN di rumah.

"Cara pakainya sangat mudah, tinggal catat nomor yang tertera di terminalnya, itu akan dipakai untuk membeli voucher. Habis itu dapat nomor 20 digit. Nah kita masukkan ke tombol yang ada di situ lalu akan muncul beberapa energi yang kita beli. Untuk pembelian voucher-nya bisa di bank, minimarket dan lain. Sebenarnya itu teknologi prabayar," terang Leo.

Untuk di luar Jakarta, sudah ada alat serupa, namun Leo tidak memegang data lengkap terkait jumlahnya. Dia berharap adanya tambahan SPLU dapat memicu produsen automotif lain untuk memasarkan tidak hanya motor tapi juga mobil listrik.

"Point-nya adalah kami membangun infrastruktur pengisian baterainya, mobilnya kami berharap dengan kami menyiapkan dulu para pelaku industri enggak ragu-ragu lagi untuk memasarkan kendaraan bertenaga listrik. Kami siapkan infrastrukturnya," pungkas Leo. (san)

(ton)

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini