Image

TOP AUTOS: Pabrik di Australia Tutup, Toyota Pede Bisnisnya akan Tetap Tumbuh

Santo Evren Sirait, Jurnalis · Rabu 01 November 2017, 23:04 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 11 01 15 1806801 top-autos-pabrik-di-australia-tutup-toyota-pede-bisnisnya-akan-tetap-tumbuh-pxPNnifHvn.jpg Ilustrasi pabrik Toyota (Caradvice)

SYDNEY - Sejumlah produsen mobil sudah menutup pabrik di Australia termasuk di antaranya Toyota. Walaupun pabrik tutup tapi produsen mobil yang bermarkas di Jepang itu masih tetap berjualan. Produknya akan dibawa dalam bentuk utuh atau completely build up (CBU) dari berbagai negara.

Produk Toyota yang paling populer di sana adalah Camry. Selama ini sedan tersebut diproduksi secara lokal. Rata-rata penjualannya mendekati 30 unit setiap tahun.

Toyota berharap tidak ada penurunan permintaan jika nantinya produk-produk mereka didatangkan secara impor, terutama untuk Camry.

Sales and Marketing Chief Toyota Australia Sean Hanley mengatakan bahwa perusahaan tidak mengharapkan dampak negatif terhadap penjualan secara keseluruhan di tahun depan.

(Baca juga: Pabrik Mobil Ditutup, Toyota Australia Tidak Takut Penjualan Turun)

"Mengingat posisi Camry yang kami bawa masuk merupakan mobil dengan spesifikasi tinggi, jelas akan ada beberapa penyesuaian jumlah. Jadi kita tidak akan menghitung 30 ribu unit sama seperti saat Camry diproduksi lokal setiap tahunnya. Namun, kami tidak melihat bisnis kami akan mundur secara keseluruhan," katanya mengutip dari Caradvice.

Sean yakin bahwa bisnis Toyota kedepannya akan tumbuh karena pihaknya telah menyiapkan beragam strategi untuk menghadapi pasar di masa depan.

"Kami melihat bisnis kami akan berkembang di masa depan, kami berencana untuk tumbuh. Kami akan melakukannya dengan dua faktor, satu, kita akan memiliki beberapa produk baru yang akan datang dalam tiga tahun ke depan. Tidak hanya itu, kami memiliki car parc terbesar di negara ini," tambah Sean.

Dijelaskan Sean bahwa selama empat tahun terakhir, perusahaannya telah menjual sekira 100 ribu Camry, dan berharap pelanggan setia dengan sedan tersebut.

"Kami memiliki jaringan yang begitu luas, seperti car parc besar, yang kami percaya lewat loyalitas dan retensi dan produk. Kami akan terus Kembangkan bisnis kita," pungkas dia.

Untuk diketahui, keputusan Toyota untuk menutup pabrik Altona di Australia telah diberitahukan sejak 2014. Raksasa automotif asal Jepang itu memilih menutup pabrik karena tingginya biaya produksi serta nilai mata uang di Negeri Kangguru tersebut.

Nantinya pabrik Altona akan dibangun ulang dan beralih fungsi sebagai tempat untuk pelatihan dan pengembangan produk. Selain itu akan mengalihkan segala bentuk penjualan dan pemasaran dari Sydney ke markas besarnya di Melbourne.

(Baca juga: Toyota Resmi Tutup Pabrik Mobil di Australia, Ini Penyebabnya)

Toyota merupakan merek paling populer di Australia. Dengan pasar penjualan automotif sebesar 1,14 juta unit mobil di Australia pada tahun lalu, seperlimanya telah dikuasai oleh Toyota. Dari keseluruhan penjualan Toyota tersebut, ternyata hanya sebanyak 10 persen yang diproduksi dalam negeri. (san)

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini