Image

Jadi Pembicara di Forum PBB, Kapolri Jelaskan Cara Pendekatan Lunak untuk Tangani Terorisme Global

Putri Ainur Islam, Jurnalis · Rabu 01 November 2017, 08:33 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 11 01 18 1806237 jadi-pembicara-di-forum-pbb-kapolri-jelaskan-cara-pendekatan-lunak-untuk-tangani-terorisme-global-tX6xOe3EOb.jpg Kapolri Jenderal Tito Karnavian. (Foto: Dokumen Okezone)

NEW YORK – Dalam rangka diskusi terkait strategi melawan jaringan terorisme global, Kapolri Jenderal Tito Karnavian menghadiri diskusi panel di markas PBB yang berada di New York, Amerika Serikat (AS). Dalam diskusi tersebut, Kapolri Jenderal Tito Karnavian menjadi salah satu pembicaranya.

Perwakilan tetap Indonesia untuk PBB, Dian Triansyah Djadi, menjadi moderator diskusi panel yang diselenggarakan pada Senin 30 Oktober tersebut. Dalam diskusi yang dihadiri oleh 52 delegasi negara itu, perwakilan tetap Singapura menjadi panelis pertama, sedangkan Tito menjadi panelis kedua.

"Fenomena terorisme global kontemporer terbagi dalam dua gelombang besar. Gelombang pertama saat kemunculan Al Qaeda sebagai jaringan kelompok terorisme global pertama kali di dunia dan gelombang kedua sejak 2014 saat ISIS muncul sebagai ancaman baru bagi keamanan dunia," kata Tito, menurut laporan yang diterima oleh Okezone, Rabu (1/11/2017).

"Dalam pendekatan lunak ini, sedikitnya ada 5 langkah yang bisa ditempuh, yakni kontra-radikalisasi, deradikalisasi, kontraideologi, menetralisir saluran dan menetralisir situasi yang mendukung penyebaran paham radikal," tambah Tito.

Saat Tito menjelaskan mengenai pendekatan lunak, banyak hadirin yang tertarik akan langkah tersebut. Tito juga menjelaskan jika dengan pendekatan lunak tersebut, terjadi penurunan kualitas dan jumlah serangan teror yang terjadi di Indonesia. Ia juga menyatakan bahwa terorisme global tidak bisa diselesaikan dengan penggunaan senjata saja.

Tito juga menyampaikan pesan kepada PBB tentang perlunya menjaga perdamaian khususnya di negara-negara Islam. Menurut Tito, PBB perlu memprioritaskan penyelesaian konflik terkait warga Muslim karena ideologi radikal nantinya berkembang dan menjadi sebuah panggung jika konflik tersebut benar-benar terjadi.

Selain itu, Tito juga melakukan pembicaraan dengan USG. Dept. Field Support Atul Khare untuk membicarakan kelanjytan pengiriman pasukan Polri. Tito juga bertemu dengan Vladimir Voronkov untuk saling tukar informasi terkait penanganan terorisme global. Voronkov juga menawarkan Tito untuk menjadi pembicara terkait isu terorisme pada forum yang akan digelar pada Juni 2018 di New York.

(pai)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini