Image

HISTORIPEDIA: Kecelakaan Dikira Serangan Militer, Tentara Rusia Tewas Terjebak di Terowongan Afghanistan

Emirald Julio, Jurnalis · Kamis 02 November 2017, 06:03 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 11 01 18 1806476 historipedia-kecelakaan-dikira-serangan-militer-tentara-rusia-tewas-terjebak-di-terowongan-afghanistan-LTaRR50Xy3.jpg Foto Terowongan Salang yang saat ini masih digunakan (Foto: NPR)

PENGERAHAN militer Uni Soviet (kini Rusia – red) ke Afghanistan pada era Perang Dingin dianggap sebuah kesalahan, bahkan bencana oleh sejumlah pihak. Salah satu buktinya merupakan insiden yang terjadi pada 2 November 1982.

Insiden itu terjadi di Terowongan Salang ketika para tentara yang berasal di Uni Soviet tengah menaiki sejumlah bus yang akan membawa mereka menuju Kabul melalui Kota Hairotum. Sebagai gambaran, Terowongan Salang memiliki panjang 2,67 kilometer, tinggi 7 meter dan lebar 5 meter. Terowongan yang dibangun oleh Uni Soviet pada 1970-an itu berada di ketinggian 11 ribu kaki dan menjadi salah satu terowongan tertinggi di dunia.

Dikutip dari History, Kamis (2/11/2017), kala itu, Uni Soviet menutup akses berita tentang insiden tersebut. Namun diduga kecelakaan ini terjadi ketika mobil yang mengangkut tentara bertabrakan dengan truk pengangkut bahan bakar di tengah terowongan.

Akibat tabrakan itu, sekira 30 bus yang mengangkut para tentara meledak dan memicu kobaran api. Si jago merah pun langsung menyebar ketika orang-orang berusaha keluar dari kendaraan mereka yang terjebak di Terowongan Salang.

Sayangnya, insiden ini awalnya dikira sebagai serangan musuh sehingga militer pun dikerahkan di setiap akses keluar dan masuk terowongan tersebut demi menghentikan kendaraan-kendaraan. Karena kendaraan-kendaraan tidak bisa keluar, tingkat karbon monoksida di udara pun meningkat sehingga menyebabkan api semakin menyebar luas.

Api, karbon monoksida dan sistem ventilasi yang rusak membuat kondisi di Terowongan Salang semakin buruk. Akibat kecelakaan tersebut, diperkirakan ada 3.000 orang yang meninggal dunia dengan mayoritas merupakan tentara Uni Soviet.

Dilaporkan, butuh waktu beberapa hari untuk mengevakuasi semua jenazah di dalam terowongan tersebut. Karena informasi yang ditutup-tutupi oleh pihak Uni Soviet, hingga kini tidak diketahui fakta pasti dari insiden fatal itu.

(emj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini