Bareskrim Ungkap Peredaran Gula Rafinasi di Hotel Mewah Jakarta

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Rabu 01 November 2017 15:51 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 11 01 337 1806526 bareskrim-ungkap-peredaran-gula-rafinasi-di-hotel-mewah-jakarta-1PJVRhJg4q.jpg Gula rafinasi sitaan polisi. Foto: Puteranegara/Okezone

JAKARTA – Petugas Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri mengungkap kasus penyimpangan distribusi gula rafinasi yang diedarkan dan dikonsumsi di sejumlah hotel mewah. Hal tersebut terungkap ketika penyidik Subdit Indag Dittipideksus Polri melakukan penggeledahan di Kantor PT Crown Pratama (CP) di Kedaung, Cengkareng, Jakarta Barat, 13 Oktober 2017.

Direktur Tipideksus Bareskrim Polri Brigjen Agung Setya menjelaskan bahwa dalam ketentuan peredaran gula rafinasi berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 117 Tahun 2015 pasal 9, bahwa gula kristal rafinasi hanya bisa didistribusikan kepada Industri.

"Ada proses pemindahan dari karung gula rafinasi, kemudian dikemas dengan menggunakan kertas ini menjadi sachet-an," ujarnya dalam jumpa pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Pusat, Rabu (1/11/2017).

Lebih dalam, Agung mengungkapkan bahwa PT CP diduga telah melakukan pengemasan gula kristal rafinasi dalam bentuk sachet untuk kemudian dijual ke beberapa hotel mewah dan kafe di Jakarta.

Dalam operasi penggeledahan tersebut, jajarannya berhasil menyita 20 sak gula kristal rafinasi dengan masing-masing berisikan 50 Kg, 82.500 sachet gula rafinasi siap konsumsi. Selain itu juga ditemukan bungkus kosong kemasan sachet dengan merek hotel dan cafe.

Berdasarkan pantauan, dalam pers rilis kasus ini, salah satu gula sachet yang disita polisi tercantum nama Hotel Aston.

"Kami menemukan fakta ini bahwa di lokasi ada proses pengemasan gula rafinasi dalam bentuk kemasan rata-rata beratnya 8 gram. Untuk beberapa hotel yang kami ketahui, totalnya masih diidentifikasi, sekiranya ada 56 hotel," papar Agung.

Sejauh ini, ua sedang mengumpulkan keterangan ahli baik dari Kemendag, BPOM, perlindungan konsumen, serta melakukan pendalaman ke pihak distributor gula kristal rafinasi yang menjual kepada PT CP. Untuk barang bukti gula yang sudah dikemas tengah dilakukan pengujian laboratorium.

Meskipun belum ada tersangka dalam kasus ini, Agung menegaskan bahwa dalam 1-2 hari ini akan dilakukan gelar perkara untuk penetapan tersangka. Nantinya, tersangka itu akan dijerat dengan pasal 139 jo pasal 84 dan Pasal 142 jo pasal 91 UU No 18 tahun 2012 tentang Pangan, dan Pasal 62 Jo Pasal 8 (1) huruf a UU No 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.Dengan ancaman hukuman 5 tahun.

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini