Image

Jelang Pilkada Serentak 2018, Ketua Umum ICMI: Mari Berpolitik Santun dan Berbudaya

Reni Lestari, Jurnalis · Rabu 01 November 2017, 21:30 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 11 01 337 1806744

JAKARTA - Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Ashhidiqie memenuhi panggilan Menko Polhukam Wiranto. Ia mengatakan dalam pertemuan tersebut keduanya membahas kerukunan bangsa secara umum, termasuk salah satunya Pilkada serentak 2018.

Ia mengatakan, menghindari kejadian yang sama seperti yang terjadi pada Pilkada DKI Jakarta dimana isu Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA) menghangat, politik yang santun dan berbudaya harus dikedepankan.

"Mudah-mudahan saja belajar dari kasus DKI, semua kepala daerah sekarang dan KPU, Bawaslu belajar supaya jangan sampai isu SARA mendominasi," kata Jimly di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (1/11/2017).

"Marilah kita berpolitik dengan santun dan berbudaya, berdemokrasi harus dengan integritas dan berkebudayaan," lanjut dia.

Walaupun menurutnya, idak mungkn sama sekali menghilangkan isu SARA dalam konteks demokrasi dan pemilihan umum. Menurutnnya, di negara demokrasi terbesar di dunia, Amerika Serikat saja, isu SARA masih menjadi "dagangan yang laku" setiap musim pemilihan presiden (Pilpres) datang.

Di Indonesia, hal-hal semacam itu diharapkan tak terus dibesar-besarkan. Sebab, isu SARA akan menimbulkan luka budaya dan konflik yang mengancam persatuan.

"Saya sebagai Ketua Umum ICMI mengimbau bahwa jangan digembar-gemborkan, karena itu menimbulkan luka budaya, budaya politik kita. Menimbulkan luka seperti kasus DKI itu, bukan lagi soal siapa kalah siapa menang, tapi lukanya ini makan waktu untuk penyembuhan," urai Jimly.

(ulu)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini