Image

Pakai Mobil Listrik dari Jakarta ke Surabaya Tiga Hari, Kok Bisa?

Santo Evren Sirait, Jurnalis · Kamis 02 November 2017, 10:55 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 11 02 15 1807006 pakai-mobil-listrik-dari-jakarta-ke-surabaya-tiga-hari-kok-bisa-QYqFR5Mmvm.jpg Ilustrasi behan bakar minyak dan listrik (Bloomberg)

JAKARTA - Jarak antar Jakarta ke Surabaya kurang lebih 850 kilometer. Ada beberapa alternatif transportasi yang bisa digunakan oleh warga jika hendak menuju Surabaya, seperti pesawat terbang, kereta api, bus, dan ada juga yang memilih menggunakan kendaraan pribadi. Waktu yang di tempuh berbeda-beda.

Jika menggunakan pesawat terbang waktu tempuh normal sekira 1 jam 30 menit, dari Bandara Soekarno Hatta di Tangerang, Banten. Dengan kereta api dari stasiun Gambir 9 jam. Sedangkan bila menggunakan bus dan kendaraan pribadi kira-kira hampir mirip yaitu 12 jam. Tapi yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana jika pergi dari Jakarta ke Surabaya menggunakan mobil listrik? Waktu tempuh akan semakin lama karena pemilik kendaraan harus rela menyiapkan waktu hingga berjam-jam untuk mengisi ulang baterai yang merupakan sumber tenaga untuk menggerakkan roda.

(Baca juga: Rakit di Indonesia, Kendaraan Listrik Bebas Pajak)

"Kalau kendaraan full electric dari Jakarta ke Surabaya harus tiga hari. Kenapa karena ketika sudah jalan ratusan kilometer, katakanlah 200 kilometer mobil harus berhenti dan pemiliknya harus beristirahat di jalan atau di hotel sambil menunggu baterai mobil listrik di-charge sampai penuh, jadi bisa semalaman. Lalu jalan lagi 200 kilometer, kemudian berhenti lagi untuk di-charge. Sehingga mau ke Surabaya butuh beberapa hari," ujar Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin I Gusti Putu Suryawirawan, di Jakarta, baru-baru ini.

Ditambahkannya, berbeda dengan kendaraan yang masih menggunakan bahan bakar fosil, begitu mulai mau habis cari stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) lalu diisi dan kemudian dapat jalan kembali. Waktu pengisian cukup singkat tidak perlu menunggu sampai lima jam atau lebih.

"Akan berbeda dengan kendaraan konvensional, selama ini berkendara dari Jakarta ke Surabaya itu 12 jam," terang Putu.

Hal tersebut menjadi contoh mengenai daya tahan baterai yang saat ini tengah menjadi bahan diskusi oleh pemerintah. Tujuannya jika nanti kendaraan listrik sudah mulai di pasarkan di Indonesia, si pemakainya tidak lagi menemukan kendala.

(Baca juga: Diberi Bantuan Kendaraan Listrik, Menperin: untuk Mendukung Riset di Dalam Negeri)

"Nah feeling-feeling seperti itu yang perlu kita pelajari. Sehigga semua itu bisa mendapat feeling, oh kalau kita menggunakan kendaraan ramah lingkungan seperti full electric atau hybrid atau lainnya itu feeling-nya seperti apa," pungkas Putu. (san)

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini