Image

Distribusi Gula Rafinasi ke Hotel Mewah, Bareskrim Tetapkan Dirut PT CP Sebagai Tersangka

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Kamis 02 November 2017 20:54 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 11 02 337 1807473 distribusi-gula-rafinasi-ke-hotel-mewah-bareskrim-tetapkan-dirut-pt-cp-sebagai-tersangka-bmzZ1ZixAc.jpg Gula rafinasi sitaan polisi (Foto: Puteranegara/Okezone)

JAKARTA - Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri menetapkan Direktur Utama (Dirut) PT Crown Pratama (CP), BB sebagai tersangka dalam kasus penyimpangan distribusi gula Rafinasi ke sejumlah hotel mewah.

Direktur Tipideksus Bareskrim Polri Brigjen Agung Setya mengungkapkan penetapan tersangka itu dilakukan usai penyidik menemukan dua alat bukti dalam gelar perkara kasus ini.

"Hari ini telah dilakukan gelar perkara, dan penyidik telah menetapkan saudara BB selaku tersangka," kata Agung dalam keterangan tertulisnya kepada Okezone, Jakarta, Kamis (2/11/2017).

Menurut Agung, BB adalah pihak yang patut dimintai pertanggungjawaban dalam tindak pidana ini. Mengingat, sesuai dengan ketentuan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 117 tahun 2015 pasal 9 disebutkan Gula Kristal Rafinasi hanya bisa di distribusikan kepada Industri.

"Selain itu pada SK Menteri Perdagangan No 527 tahun 2004 juga menerangkan bahwa Gula Rafinasi dilarang digunakan untuk Konsumsi," papar jenderal bintang satu itu.

Dalam proses penyidikan kasus ini, Agung menyebut telah memeriksa enam orang sebagai saksi. Tak hanya itu, penyidik juga telah menyita sejumlah dokumen terkait legalitas perusahaan serta dokumen penjualan dan pembelian gula Rafinasi dari PT yang beralamat di Kedaung Kaliangke, Cengkareng, Jakarta Barat itu.

(Baca Juga: Bareskrim Ungkap Peredaran Gula Rafinasi di Hotel Mewah Jakarta)

Pengungkapan kasus yang merugikan kesehatan masyarakat ini bermula saat penyidik melakukan penggeledahan di Kantor PT CP pada 13 Oktober 2017. Dalam operasi itu, polisi menemukan aktivitas penyimpangan distribusi gula Rafinasi itu.

Pasalnya, gula itu dikemas dalam bentuk kemasan yang kemudian dijual oleh tersangka ke hotel dan kafe mewah untuk keperluan konsumsi masyarakat luas. Dalam penggeledahan, setidaknya pengidik menyita 20 sak Gula Kristal Rafinasi dengan masing-masing sebanyak 50 Kg, 82.500 sachet gula Rafinasi siap konsumsi dan juga bungkus kosong kemasan Sachet dengan merek Hotel dan Cafe.

Akibat perbuatannya itu, BB dijerat dengan Pasal 139 jo Pasal 84 dan Pasal 142 jo Pasal 91 Undang-Undang No 18 tahun 2012 Tentang Pangan, dan Pasal 62 Jo lasal 8 (1) huruf a UU No 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen,dengan ancaman hukuman 5 tahun.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini