Image

HISTORIPEDIA: Dukung Perdamaian dengan Palestina, PM Israel Yitzhak Rabin Ditembak Mati

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Sabtu 04 November 2017, 06:02 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 11 03 18 1807929 historipedia-dukung-perdamaian-dengan-palestina-pm-israel-yitzhak-rabin-ditembak-mati-2fUhPaVfkB.jpg PM Israel Yitzhak Rabin berpidato di hadapan Presiden AS Bill Clinton dan Pemimpin Palestina Yasser Arafat di Washington (Foto: J. David Ake/AFP)

PERNAH menjadi pemimpin perang antara Arab dengan Israel pada 1948 tidak menyurutkan keinginan Yitzhak Rabin untuk menciptakan perdamaian dengan dunia Arab. Ia menjadi tokoh kunci di balik Perjanjian Oslo bersama Yasser Arafat dari Palestina.

Dukungannya terhadap Perjanjian Oslo tersebut justru menjadi malapetaka. Yitzhak Rabin tewas ditembak oleh seorang penganut paham radikal, Yigal Amir, pada 4 November 1995. Rabin meninggal dunia pada usia 73 tahun.

Selain menjadi pemimpin Perang Arab-Israel 1948, Yitzhak Rabin juga pernah mengabdi sebagai Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel selama Perang Enam Hari pada 1967. Sempat menjadi Duta Besar Israel untuk Amerika Serikat (AS), pria kelahiran Yerusalem itu lantas terjun ke dunia politik.

Rabin masuk ke dalam Partai Buruh dan menjadi Perdana Menteri (PM) pada 1974. Sebagai PM, ia melakukan banyak negosiasi damai. Pertama, Yitzhak Rabin mencapai kesepakatan gencatan senjata dengan Suriah pada 1974. Kedua, ia berhasil meneken kesepakatan pelepasan militer dengan Mesir pada 1975.

Akan tetapi, skandal kepemilikan rekening di sebuah bank di AS menyebabkan Rabin mengundurkan diri. Kepemilikan rekening di luar negeri tersebut melanggar peraturan yang berlaku di Israel.

Selama 1984-1990, Yitzhak Rabin menjabat sebagai Menteri Pertahanan Israel. Pada 1992, ia membawa Partai Buruh memenangi pemilihan umum (pemilu). Kemenangan itu membawanya kembali ke kursi PM Israel. Pada 1993, ia menandatangani Perjanjian Oslo dengan pemimpin Palestina Yasser Arafat. Atas perannya, Rabin dan Arafat serta Menteri Luar Negeri Israel Shimon Peres diganjar hadiah Nobel Perdamaian pada Oktober 1994.

Pada 4 November 1975, Yitzhak Rabin menghadiri aksi damai di Kings Square di Tel Aviv. Melansir dari History, Sabtu (4/11/2017), Yigal Amir menembak Yitzhak Rabin yang sedang berjalan menuju mobilnya. Tembakan pria berusia 27 tahun itu bersarang di lengan dan punggung sang perdana menteri.

Amir diketahui memiliki hubungan dengan kelompok Yahudi garis keras, Eyal. Mahasiswa hukum itu lantas ditangkap polisi di tempat kejadian perkara. Amir mengaku membunuh Rabin karena ia dinilai ingin memberikan negara Israel kepada orang-orang Arab. Yitzhak Rabin dinyatakan meninggal dunia setelah menjalani operasi di Rumah Sakit Ichilov, Tel Aviv, beberapa jam kemudian.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini