nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

123 Rumah di Kupang Rusak Akibat Diterjang Badai, Tidak Ada Korban

Adi Rianghepat, Jurnalis · Jum'at 03 November 2017 07:19 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 11 03 340 1807626 123-rumah-di-kupang-rusak-akibat-diterjang-badai-tidak-ada-korban-MYOVJqrjAp.jpg ilustrasi

KUPANG -  Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang Ade Manafe mengungkapkan, daerahnya diterjang badai dan hujan yang datang secara tiba-tiba siang kemarin.

Ade menjelaskan, badai yang menerjang memporak-porandakan 123 unit rumah yang berada di RT 01, RW 03. Akibatnya 34 unit rumah rusak berat, 67 unit rusak sedang dan 22 unit lainnya rusak ringan. "Rata-rata rumah yang rusak itu, selain terangkat atap bangunan rumah, juga ada yang terhempas sebagian dinding tembok rumahnya," kata Ade, kepada Okezone, Jumat (3/11/2017).

Sebanyak 108 orang warga Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) termasuk tiga di antaranya balita, terselamatkan dari amukan hujan badai yang melanda sekira pukul 12.00 Wita, Kamis 2 November 2017.

Para korban terdampak hujan badai itu secara mandiri bersama-sama warga di sekitar wilayah terdampak berupaya melakukan penyelamatan diri masing-masing ke tempat yang lebih aman. Karena upaya itulah, tidak ada korban jiwa dalam bencana tersebut.

Pemerintah Kota Kupang melalui BPBD sudah menyalurkan sejumlah bantuan sebagai tanggap darurat bagi para korban bencana hujan badai itu, sambil menanti aksi bantuan permanen yang masih akan dilakukan pascamenghitung jumlah kerugian dan kebutuhan warga terdampak. Sejumlah bantuan sebagai tanggap darurat yang sudah disampaikan ke warga terdampak, antara lain, terpal, family kit, kidware, pakaian, makanan siap saji dan sejumlah obat-obatan.

BPBD juga bekerja sama dengan dinas kesehatan untuk memastikan kesiapan obat-obatan dan paramedis dalam menangani para korban. "Jadi jika ada yang sakit langsung diperiksa untuk diberikan layanan pengobatan memadai," katanya.

Ade menyampaikan, para korban sampai malam ini masih tetap bertahan di rumah masing-masing dan tidak diungsikan. "Warga masih bertahan di rumahnya masing-masing. Bagi yang atapnya roboh dibantu terpal untuk menggantikan atap rumahnya," kata Ade.

Dia berharap warga untuk terus mewaspadai badai susulan dan langsung melaporkan segala kejadian yang dialami ke posko BPBD atau ke aparat pemerintah kelurahan untuk segera diberikan penanganan. "Kita akan langsung memberi respon segera untuk memastikan tidak terjadi korban jiwa," pungkasnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini