nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Merakyat, Alasan Elektabilitas Dedi Mulyadi Meningkat di Pilgub Jabar

Oris Riswan, Jurnalis · Jum'at 03 November 2017 21:12 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 11 03 525 1808146 merakyat-alasan-elektabilitas-dedi-mulyadi-meningkat-di-pilgub-jabar-XLsAsAdefn.jpg Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi (Foto: Okezone)

BANDUNG - Nama Dedi Mulyadi cukup menarik jika melihat hasil survei terbaru yang dirilis Indo Barometer. Elektabilitasnya menempati urutan kedua dengan raihan 18,9 persen. Padahal, dalam survei sebelumnya, Bupati Purwakarta itu ada di peringkat ketiga.

Saat ini, elektabilitas Dedi berada di bawah Ridwan Kamil yang ada di posisi pertama dengan 41,6 persen. Tapi, Dedi mampu menggeser Deddy Mizwar yang dalam survei sebelumnya ada di posisi kedua. Demiz kini ada di posisi ketiga dengan 14,2 persen.

Apa yang membuat Dedi Mulyadi mengalami peningkatan elektabilitas? Hal itu tidak terlepas dari kinerjanya selama ini.

"Kalau Dedi Mulyadi meningkat alasannya masyarakat suka karena dia merakyat. Merakyat itu (biasanya didasarkan) karena calonnya rajin blusukan ke masyarakat," kata perwakilan Indo Barometer Hadi Suprapto di Bandung, Jumat (3/11/2017).

Disinggung apakah masyarakat kini lebih banyak yang menyukai Dedi karena berposisi sebagai orang 'terbuang' dari Golkar, ia menegaskan tidak. Kesukaan masyarakat murni karena sosok Dedi itu sendiri.

(Baca Juga: Survei Indo Barometer terkait Pilgub Jabar: Ridwan Kamil di Atas Angin, Dedi Mulyadi Melesat, Deddy Mizwar Menukik)

"Lebih ke faktor merakyatnya. Kenapa (masyarakat) menyukai Dedi Mulyadi? Karena suka dengan kinerjanya dia di lapangan, suka turun ke bawah," ungkapnya.

Soal kemungkinan Dedi diusung partai lain, Hadi mengatakan itu tidak akan terlalu berpengaruh. Sebab, yang dilihat publik adalah ketokohan Dedi, bukan karena partai pengusungnya.

"Kalau partai tidak mempengaruhi calon secara signifikan. Kalau calon elektabilitasnya tinggi, masyarakat akan lebih memilih calon, bukan (karena faktor) partai," jelasnya.

Sementara soal elektabilitas Deddy Mizwar yang turun dari poisisi kedua menjadi ketiga, Hadi menyebut karena masyarakat memiliki ketidakpuasan terhadap kinerjanya. Padahal, sebagai wakil gubernur, Deddy harusnya bisa 'memanfaatkan' posisinya untuk mengatrol elektabilitas.

"Seharusnya dia sebagai wagub mampu mengkapitalisasi tingkat kepuasan orang terhadap kinerjanya," cetusnya.

Demiz pun punya pekerjaan rumah besar jika ingin meningkatkan elektabilitasnya. Yang paling utama, ia harus bisa memperlihatkan kinerja dan prestasinya selama jadi orang nomor dua di Jawa Barat mendampingi Ahmad Heryawan.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini