Lakukan Demo Tak Berizin saat Wapres Datang, Sejumlah Mahasiswa Unand Diamankan

Rus Akbar, Okezone · Sabtu 04 November 2017 13:12 WIB
https: img.okezone.com content 2017 11 04 340 1808392 lakukan-demo-tak-berizin-saat-wapres-datang-sejumlah-mahasiswa-unand-diamankan-MBDMnojO9c.jpg Mahasiswa Unand diamankan karena lakukan demo yang tak berizin. (Foto: Rus Akbar/Okezone)

PADANG – Sebanyak 10 mahasiswa Universitas Andalas (Unand) Padang diamankan petugas kepolisian saat melakukan demonstrasi di dalam kampusnya saat kedatangan Wakil Presiden Jusuf Kala (JK). Wapres sendiri hadir ke sana untuk meresmikan Rumah Sakit Unand.

Para peserta aksi yang tergabung dalam Mahasiswa Peduli Kampus (Ampek) mengaku mendapat tindakan refresif dari aparat. Padahal menurut koordinator lapangan Miftahul Fikri, mereka melakukan aksi damai. "Sebanyak 15 peserta aksi ditangkap dan diamankan ke Polresta Padang," katanya, Sabtu (4/11/2017).

Aksi damai tersebut dimulai pukul 09.45 WIB dengan long march dari pos satuan pengamanan depan PKM Unand hingga persimpangan RS Unand.

"Setelah mulai orasi sekitar 5 menit, lalu kepolisian mengingatkan massa aksi bahwa aksi hanya diizinkan 15 menit. Namun, baru sekitar 5 menit aksi berjalan, polisi mulai mengepung. Setelah habis 15 menit, peserta aksi dipaksa masuk ke bus tahanan. Kemudian massa duduk, tetapi tetap dipaksa untuk masuk ke bus kepolisian," terangnya.

Miftahul melanjutkan, dalam penangkapan yang dilakukan, kepolisian diduga juga menggunakan kekerasan. Padahal, massa aksi sama sekali tidak melakukan perlawanan. Tak hanya itu, selain mahasiswa, ada juga mahasiswi yang diamankan di Masjid Unand.

Sementara tuntutan mahasiswa, pendidikan tinggi dalam perkembangannya menuai beberapa permasalahan, mulai tidak adanya transparansi terkait penyaluran dana perguruan tinggi; wacana untuk menjadikan perguruan tinggi berbadan hukum dengan segala polemiknya; dana beasiswa khususnya Bidik Misi dan PPA yang tidak optimal, baik dalam proses seleksi maupun penyalurannya.

"Kami menolak Unand menjadi PTN BH, menuntut transparansi penggunaan anggaran kampus. Menuntut Unand memaksimalkan seleksi dan penyaluran beasiswa Bidik Misi dan PPA dan menuntut pemerintah untuk tidak membungkam kebebasan berekpresi, jangan bungkam suara mahasiswa," ujarnya.

Sementara Kapolresta Padang Kombes Chairul Azis menjelaskan, aksi yang dilakukan para mahasiswa tersebut tidak memiliki izin. "Ada sekitar 10 orang yang diamankan ke Polresta," tutupnya.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini