nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Presiden Moon Skeptis dengan Aliansi Militer Trilateral AS-Korsel-Jepang

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Minggu 05 November 2017 04:08 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 11 05 18 1808613 presiden-moon-skeptis-dengan-aliansi-militer-trilateral-as-korsel-jepang-UxOFN1rCaZ.jpg Presiden Korsel Moon Jae-in (Foto: Jung Yeon-je/Reuters)

SEOUL – Presiden Korea Selatan (Korsel) Moon Jae-in yakin bahwa kerjasama militer dengan Amerika Serikat (AS) dan Jepang sangat dibutuhkan untuk menangkal ancaman dari Korea Utara (Korut). Akan tetapi, ia skeptis kerjasama itu akan meningkat menjadi aliansi pertahanan trilateral.

BACA JUGA: Jelang Tur Asia Trump, Pesawat Bomber AS Latihan Terbang di Wilayah Korsel

“Kerjasama militer Korsel-AS dan juga Jepang sudah sangat penting, tetapi kerjasama itu ditujukan untuk menghadapi provokasi nuklir dan rudal Korea Utara. Tetapi, saya pikir tidak tepat untuk mengembangkan kerjasama itu ke level aliansi militer trilateral,” ucap Moon Jae-in, melansir dari Yonhap, Minggu (5/11/2017).

Jepang diketahui berupaya mencari peran yang lebih besar dalam konflik militer internasional demi menangkal pengaruh China di Asia. Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe tengah mempertimbangkan amandemen konstitusi pasifis yang membatasi peran militer hanya untuk pertahanan diri demi menghadapi ancaman Pyongyang.

BACA JUGA: Presiden Trump Kunjungi 3 Negara selama Tur Asia, Ke Mana Saja? 

BACA JUGA: Jelang Tur Asia Trump, AS Kirim Pesawat Siluman ke Wilayah Pasifik 

“Jika Jepang menggunakan Korut sebagai alasan untuk ekspansi militer, hal itu juga tidak tepat bagi negara-negara ASEAN,” sambung pria berusia 64 tahun itu dalam wawancara dengan media Singapura, Channel News Asia.

Moon menghargai betul aliansi yang terjalin 67 tahun antara Korsel dengan AS. Meski demikian, ia bersumpah untuk meningkatkan upaya diplomatik dengan China untuk menyelesaikan masalah Korut lewat cara damai, yakni lewat dialog.

BACA JUGA: Bahas Ancaman Korut, Diplomat AS, Korsel, dan Jepang Adakan Pertemuan 

“Saya akan mengusahakan diplomasi berimbang dengan cara menghormati hubungan dengan AS sekaligus membangun hubungan dekat dengan China di waktu bersamaan,” tandas Ketua Partai Demokrat Korea itu.

Jae-in berharap kunjungan Presiden AS Donald Trump pada Selasa 7-8 November dapat dilihat sebagai cara menghindari ketegangan militer di Semenanjung Korea. Dengan demikian, kunjungan tersebut menjadi semacam terobosan dalam relasi antarkedua Korea.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini