nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Topan Damrey Terjang Vietnam, 27 Orang Tewas

Rifa Nadia Nurfuadah, Jurnalis · Minggu 05 November 2017 12:47 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 11 05 18 1808705 topan-damrey-terjang-vietnam-27-orang-tewas-OG2Fm3reIs.jpg Topan Damrey menerjang Kota Nha Thrang di Vietnam. (Foto: Reuters)

 

HUE - Korban meninggal dunia akibat Topan Damrey yang menerjang Vietnam meningkat menjadi 27 orang. Angin kencang pada Minggu (5/11/2017) memporakporandakan kawasan Vietnam tengah dan selatan, hanya beberapa hari sebelum negara itu menjadi tuan rumah perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC).

Topan ke-12 yang menerjang Vietnam tahun ini tiba pada Sabtu 4 November dengan kecepatan angin mencapai 90 km per jam. Musibah ini merusak lebih dari 40 ribu rumah, memutus aliran listrik serta menumbangkan banyak pohon.

Komite Penanganan Bencana Vietnam melaporkan, 27 orang meninggal dunia, dan 22 orang lainnya hilang. Setidaknya 626 rumah rata dengan tanah, dan 30 ribu orang harus dievakuasi.

Hujan lebat dan angin berkecepatan tinggi mencambuk kawasan pesisir pada Minggu 5 November. Banjir menggenangi wilayah hingga 30 km jalan utama di Provinsi Thua Thien Hue.

 
BACA JUGA: Sebabkan Kerusakan Parah, Topan Damrey Tewaskan Sedikitnya Lima Orang di Vietnam

Daerah terdampak yang paling parah adalah di dekat Kota Nha Trang, sekira 500 km arah selatan dari kota pesisir Danang. Di kota inilah KTT APEC akan dihelat pekan ini.

Kota Danang sendiri menderita. Media setempat menyebut, gapura selamat datang di kota itu roboh akibat badai. Bahkan otoritas Danang meminta bantuan warganya untuk membersihkan puing-puing.

Pemerintah Kota Danang akan menyambut Presiden Amerika Serikat (AS) President Donald Trump pada 10 November. Selain Trump, kepala negara yang juga dijadwalkan hadir dalam KTT APEC adalah Presiden China, Xi Jinping, dan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Topan berpindang dari kawasan pesisir ke area kebun kopi di negara penghasil robusta itu. Para penjual telah mengantisipasi bahwa topan akan menunda panen, tetapi tidak yakin apakah hasil kebun mereka akan rusak akibat terjangan angin. Pemerintah Vietnma menyebut, lebih dari 40 ribu are lahan rusak, termasuk kebun tebu, padi dan karet.

Bulan lalu, banjir menewaskan 80 orang di kawasan utara Vietnam, setelah pada September beberapa provinsi lainnya hancur akibat badai. Negara berpenduduk lebih dari 90 juta orang itu terbiasa menghadapi badai dan banjir mengingat mereka memiliki garis pantai yang cukup panjang.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini