nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ya Ampun... Australia Tolak Tawaran Selandia Baru untuk Menampung Pencari Suaka, Kenapa Ya?

Putri Ainur Islam, Jurnalis · Minggu 05 November 2017 18:09 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 11 05 18 1808815 ya-ampun-australia-tolak-tawaran-selandia-baru-untuk-menampung-pencari-suaka-kenapa-ya-j8H5yNE4S8.jpg Penampungan pencari suaka di Pulau Manus, Papua Nugini. (Foto: Reuters)

SYDNEY - Australia menolak tawaran Selandia Baru untuk menampung 150 pencari suaka yang ditahan di sebuah pusat penahanan yang dikelola Australia di Papua Nugini, di mana PBB telah memperingatkan bahwa sebuah darurat kemanusiaan di kamp tersebut sedang berlangsung.

Dilansir dari Reuters, Minggu (5/11/2017), Perdana Menteri (PM) Selandia Baru Jacinda Ardern mengatakan bahwa negaranya bersedia untuk menampung sekira 150 pencari suaka yang berada di Pulau Manus dan sebuah kamp lain di Nauru.

Namun, rekannya dari Australia, PM Malcolm Turnbull, mengatakan bahwa Australia lebih memilih untuk melakukan kesepakatan yang ada dan telah dinegosiasikan dengan mantan Presiden AS Barack Obama pada 2016. Berdasarkan kesepakatan itu, sebanyak 1.250 pencari suaka dapat dikirim ke Amerika Serikat dan Australia dengan cara bergiliran.

PM Ardern mengakui bahwa negara tetangganya tersebut memang menghadapi masalah imigrasi yang serius. Namun ia mengatakan bahwa tawarannya untuk menerima pencari suaka tersebut tetap terbuka.

BACA JUGA: UNHCR Desak Australia Selesaikan Darurat Kemanusiaan di Kamp Pulau Manus

Sekadar diketahui, sekira 600 orang telah membarikade diri mereka di dalam kamp di Pulau Manus di Papua Nugini, menentang upaya oleh Australia dan Papua Nugini untuk menutup kamp tersebut. Makanan, air bersih, dan layanan medis telah diputus oleh Australia lima hari yang lalu.

Pihak berwenang Australia ingin agar orang-orang tersebut pindah ke pusat transit di tempat lain di pulau itu. Namun para pencar suaka khawatir mereka akan tinggal di Papua Nugini atau negara berkembang lainnya. Mereka juga takut mendapat kekerasan dari masyarakat setempat.

Merelokasi orang-orang di Pulau Manus dirancang sebagai tindakan sementara, yang memungkinkan Amerika Serikat untuk menyelesaikan pemeriksaan pencari suaka.

BACA JUGA: Pusat Penampungan di Papua Nugini Ditutup, Australia Didesak untuk Bertanggung Jawab atas 800 Pencari Suaka

Kamp-kamp di pulau Manus dan Nauru merupakan bagian penting dari kebijakan imigrasi yang disengketakan di Australia, di mana ia menolak mengizinkan pencari suaka tiba dengan kapal untuk mencapai daratannya.

Australia telah mendapat banyak kritikan oleh PBB dan kelompok hak asasi manusia akibat kebijakan tersebut. Namun keputusan Australia tersebut didukung oleh pemerintah kanan-tengah dan oposisi Partai Buruh.

Juru bicara organisasi PBB untuk hak asasi manusia Rupert Colville mengatakan pada sebuah konferensi pers di Jenewa tentang "kejadian darurat kemanusiaan" di pusat Pulau Manus, di mana pencari suaka dilaporkan menggali sumur untuk mencoba menemukan air.

(pai)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini